"Kontribusi swasta masih 20 persennya atau sekitar Rp 400 triliun," katanya dalam penjajakan minat pasar atau market sounding pembangunan jalan tol di Indonesia, Kamis, 12 Desember 2013.
Ia menyebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya hanya memiliki kapasitas investasi Rp 200 triliun. Jika pemerintah melakukan strategi dengan sistem finansial terhadap BUMN Karya, kata Bastary, maka kemampuan investasi tersebut pun baru bisa mencapai tiga kali lipatnya.
Lebih lanjut, Bastary mengatakan ada beberapa aspek yang menjadi 'pekerjaan rumah' pemerintah dalam perencanaan pembangunan jalan. Aspek-aspek tersebut adalah manajemen proyek, delivery, sumber daya manusia, serta pertanahan. "Apakah Menteri Pekerjaan Umum sanggup menyelesaikan pembebasan tanah?" ucap Bastary.
Ia menambahkan, Indonesia membutuhkan investasi Rp 7.200 triliun untuk infrastruktur untuk lima tahun ke depan. "Namun yang bisa disediakan Indonesia Rp 2.000 triliun," ujarnya.
Dengan keterbatasan kemampuan pemerintah, ia menjelaskan, investasi swasta pun belum maksimal. Bastary mengatakan dengan kebutuhan investasi tersebut, swasta baru bisa memenuhi Rp 70 triliun.
sumber






0 komentar:
Posting Komentar