Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra ini
juga terkejut dengan paparan yang disampaikan oleh narasumber yang lebih
berupaya untuk melindungi kesejahteraan warganya. “Saya sangat
tersentuh dengan paparan yang Bapak dan Ibu sampaikan tadi karena
menampilkan figur pimpinan yang ingin melindungi kesejahteraan warganya.
Kita sangat mengapresiasi,“ ujarnya Politisi yang berasal dari dapil
Sumatera Utara I ini.
Sebelumnya, Bupati Minahasa Tenggara
James Sumendap mengusulkan untuk RUU Minol ini tidak mengatur larangan
untuk memproduksi minol tetapi seharusnya mengatur tata cara peredaran
minol agar tidak mematikan kesejahteraan warganya.
“Sehubungan peningkatan kesejahtaraan
bagi petani di kabupaten Minahasa Tenggara maka Pemda pada prinsipnya
menyetujui adanya RUU tentang Minol tetapi tidak setuju kalau RUU
tersebut mematikan mata pencaharian para petani aren. RUU ini sebaiknya
tidak mengatur larangan untuk memproduksi minol, seharusnya mengatur
tata cara peredaran minol,” ujar James.
Menurut Syafi'i, RUU ini sejak awal
lebih pada pendekatan penyelamatan bangsa ketimbang aktivitas ekonomi.
Karena di dalam pembukaan UUD 1945 tertuang kalimat melindungi segenap
bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum. " Pikiran ini juga
diawali oleh penjelasan dari instansi dan pakar yang berurusan dengan
kesehatan bangsa,” sambung Syafi’i membalas paparan James.
Ia melanjutkan, Pansus ini bertugas
untuk menggodok RUU Minol dan tidak ada pihak yang merekomendasikan
manfaat minol bagi manusia. “Ketika kita berdiskusi dengan Kementerian
Kesehatan, pakar psikologi, kalangan agama dan pakar pendidikan, mereka
sama sekali tidak memberi rekomendasi terkait manfaat minol itu bagi
manusia. Berarti kita konfirmasi bahwa minol itu mengancam
keberlangsungan bangsa Indonesia kedepan” paparnya.
Selain itu mantan Anggota DPRD Kota
Medan ini memperkuat komentarnya dengan data WHO yang menyebutkan bahwa
penyebab kriminalitas disebabkan 56% berasal dari mereka yang
mengkonsumsi minol. “Ini kemudian terkonfirmasi dari WHO yang mengatakan
penyebab kriminalitas itu 56% berasal dari mereka yang mengkonsumsi
minol, jadi ini belum menyentuh apa yang bapak sampaikan yakni persoalan
ekonomi rakyat,” tuturnya.
sumber: www.dpr.go.id







0 komentar:
Posting Komentar