Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan minyak
kelapa sawit (crude palm oil/CPO) merupakan bagian dari solusi ketahanan
energi dunia yang ramah lingkungan.
Rizal menyampaikan hal
tersebut terkait banyaknya pemberitaan negatif mengenai perkebunan
kelapa sawit yang dinilai merusak lingkungan seperti peristiwa kebakaran
hutan beberapa waktu lalu.
"Kita harus jelaskan CPO ini bagian
dari solusi. Maka, soal isu lingkungan, ini (sawit) perlu
diperjuangkan," katanya saat mengunjungi Kantor LKBN Antara di Wisma
Antara, Jakarta, Jumat (19/2/2016).
Menurut mantan Menko
Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, peristiwa kebakaran
hutan di Indonesia 2015 lalu tidak lebih besar dari kejadian serupa di
Amerika Utara atau Rusia.
"Kebakaran kita itu, disebutnya karena
kabun sawit. Tapi kalau statistiknya, kebakaran besar itu pertama di
Amerika Utara, kedua di Rusia, baru ketiga di kita," kata Rizal yang
ditunjuk sebagai salah satu inisiator terbentuknya Dewan Negara-Negara
Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC)
bersama Malaysia.
Rizal menjelaskan, minyak sawit memiliki dampak lingkungan yang lebih baik jika diolah menjadi bahan bakar.
Ia mengaku pemerintah akan segera membangun kawasan ekonomi hijau yang
akan memproduksi bahan bakar nabati dari sawit untuk campuran bahan
bakar pesawat jet.
"(Yang diproduksi) ini 'second generation'
(generasi kedua) bahan bakar nabati, di mana bisa dicampur dengan
premium sehingga bisa hemat impor premium. Nilainya 15 kali lipat dari
avtur dan dengan adanya industri ini kita harap lima-tujuh tahun ke
depan kita jadi eksportir utama 'jet fuel' (bahan bakar jet) ini,"
katanya.
sumber: www.bumn.go.id
Sabtu, 20 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar