Peran majelis taklim sangat signifikan dalam ikut mencerdaskan
kehidupan bangsa di bidang agama. Keberadaan majelis taklim juga penting
dalam menebarkan nilai-nilai Islam yang penuh toleransi dan
melestarikan warisan para leluhur.
Namun demikian, tantangan
kehidupan sosial semakin komplek dan berat. Karenanya, majelis taklim
dituntut berinovasi dan berkreasi dalam dakwah sehingga dapat melahirkan
tradisi-tradisi baik sesuai kondisi fakta yang kini hadapi. Mejelis
taklim harus mampu menarik minat generasi muda untuk lebih giat belajar
agama.
“Saya ingin titipkan pesan kepada seluruh umat muslim,
bahwa generasi muda hadapi dengan tantangan yang luar biasa. Al Quran
telah memberi peringatan dan nasihat sesungguhnya. Di sini perlunya
majelis taklim bisa menarik generasi muda dalam melestarikan nilai-nilai
keagamaan,” demikian penegasan Menag saat memberikan sambutan pada
Milad MajelisTaklim (MT) Nurul Mustofa ke 20 dan ulang tahun Al Habib
Hasan bin Assegaf ke-39 di Rawamangun, sabtu (21/02)..
Menurutnya, problem sosial dan munculnya pemahamaan keagamaan seperti ISIS
dan Gafatar menuntut generasi muda untuk waspada dan berhati-hati.
Termasuk juga dalam menyikapi kampanye dan propaganda gerakan Lesbian,
Guy, Bisexual and Transgender (LGBT).
“Sekarang kita melihat ada paham-paham tertentu yang harus kita
waspadai, seperti orang menyebarkan ajaran yang bertolak belakang dengan
ajaran Islam semisal ISIS dan Gafatar. LGBT juga harus kita waspadai,” sambungnya.
Sehubungan
itu, Menag berharap majelis taklim mampu menyesuaikan metode dakwahnya
sesuai perkembangan teknologi yang kini sangat akrab dengan para remaja
dengan tetap mempertahankan ruh dakwah untuk terus memberikan
nilai-nilai kebajikan sebagaimana ajaran Rasulullah Muhammad SAW.
“Saya yakin Nurul Mustofa dan majelis taklim lainya dapat memberikan
perhatian yang cukup besar kepada generasi kita,” tandas Menag.
Dikatakan
Menag, pemerintah sangat mengapresiasi keberadaan majelis taklim yang
telah membantu dalam menjalankan misi peningkatan kualitas kehidupan
keagamaan, pendidikan dan kerukunan ke arah yang semakin baik.
Peringatan
Milad MajelisTaklim (MT) Nurul Mustofa ke 20 dan ulang tahun Al Habib
Hasan bin Assegaf ke-39 ini dihadiri oleh ribuan jamaah yang memadati GOR
Rawamangun. Ikut hadir Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen
Bimas Islam Muchtar Ali. Usai memberikan sambutan sebagai bentuk rasa
syukur, Habib Hasan memotong nasi tumpeng dengan diiringi lantunan
salawat.
sumber: www.kemenag.go.id
Sabtu, 20 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar