Demikian ia tekankan di sela-sela rapat
kerja dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir,
di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Kamis (3/03/2016).
“Kita tidak boleh membenarkan adanya
LGBT di kampus, karena itu sangat jauh dari norma agama. Adat Ketimuran
kita juga tidak membenarkan mengenai aktifitas komunitas itu, tegas
Jefri.
Politisi F-PD itu menambahkan, jangan
sampai masyarakat mengizinkan aktifitas komunitas atas nama hak asasi
manusia. Menurutnya, norma agama tidak bisa dikaitkan dengan hak asasi
manusia.
“Oleh karena itu, saya meminta kepada
Menristekdikti untuk mencari jalan terbaik, dalam menertibkan komunitas
itu. Kita bisa menghormati mereka, namun jangan mengakui mereka,” imbuh
politisi asal dapil Nusa Tenggara Timur itu.
sumber: www.dpr.go.id







0 komentar:
Posting Komentar