Jalan penghubung Sumedang (Darmaraja) menuju
Wado tepatnya di Kampung Betok, Desa Sukamenak dalam beberapa hari ini
tergenang air hingga setinggi 30 sentimeter (cm). Daerah ini merupakan
daerah yang dari awal sudah masuk daerah genangan Waduk Jatigede.
Untuk tetap menjaga kelancaran mobillitas masyarakat, Kementerian
PUPR telah melakukan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang akan
menggantikan jalan penghubung yang tergenang saat ini.
Penyelesaian pembangunan jalan tersebut ditargetkan akan selesai
sebelum lebaran tahun ini, dengan syarat proses pembebasan lahan selesai
tepat waktu. “Kemarin saya sudah ke lokasi dan bertemu dengan
pemerintah daerah (Kabupaten Sumedang). Kami targetkan sebelum lebaran
jalan lingkar ini sudah harus difungsikan dan diharapkan pemda segera
menuntaskan sisa 1 km lahan yang belum dibebaskan,” kata Direktur
Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan
Rakyat (PUPR), Mudjiadi, Kamis (18/2).
Mudjiadi mengatakan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Barat
sudah selesai dikerjakan sepanjang 6,4 kilometer dari total panjang 7,4
kilometer. Sementara jalan sepanjang 1 kilometer di daerah Cieunteung
belum dikerjakan karena lahannya belum dibebaskan. Menurutnya,
pembebasan lahan terhambat karena munculnya “rumah tumbuh” di lokasi
tersebut.
“Permasalahannya adalah rumah tumbuh, yang satu tahun lalu tidak ada
tetapi begitu sekarang mau jadi trase dan mau pembayaran, ada rumah
tumbuh baru, kita sudah minta ke Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk
jalan keluarnya, kita kan tunggu mereka,” tutur Mudjiadi.
Dari hasil pengamatan Mudjiadi kemarin, ada jalan sepanjang 500
meter terendam air dan hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan Polres
Sumedang untuk rekayasa lalu lintas. “Sementara untuk jarak-jarak pendek
antar rumah sudah disiapkan perahu karet untuk mobilisasi di
sana,”tambah Mudjiadi
Saat ini sudah dilakukan koordinasi dengan pihak Polres Sumedang dan
Dinas Pehubungan Kabupaten Sumedang untuk melaksanakan sosialisasi rute
jalan alternatif, menyiapkan petugas pengatur lalu lintas dan petugas
pengarah jalan. Saat pun ini telah disiapkan jalur alternatif yang
dilengkapi dengan petunjuk arah.
Pintu Irigasi Dibuka
Mudjiadi menjelaskan bahwa tergenangnya ruas jalan tersebut bukan
disebabkan lebih cepatnya penggenangan waduk Jatigede. Proses
penggenangan saat ini masih sesuai jadwal. Menurutnya, penggenangan
waduk Jatigede diprediksikan pada akhir Maret sampai pada ketinggian
+260 dan sekarang sudah mencapai +240.
“Harusnya kan ditutup supaya cepat penuh, untuk selanjutnya
dioperasikan, sekarang pintu irigasi sudah kita buka antara 90-100 meter
kubik per detik, sehingga pola tanam di daerah irigasi Rentang tidak
terganggu, dan Menteri Pertanian juga akhir Januari minta agar dibuka
karena jadwal tanam disana agak terganggu,” ujar Mudjiadi.
Berdasarkan data per 18 Februari, ketinggian air sudah mencapai
+240,41 dengan total volume 369.236.817 meter kubik, meliputi lahan
seluas 2.280 hektar. Seperti diketahui Waduk Jatigede memiliki luas
permukaan 41,22 kilometer persegi itu mampu menampung 980 juta meter
kubik air.
Waduk Jatigede dibangun untuk mengairi persawahan hingga 90.000
hektar dan penyediaan sumber air baku dengan kapasitas 3,5 meter kubik
per detik. Air baku ini bisa digunakan untuk kepentingan wilayah di
Sumedang, Majalengka, hingga ke Cirebon.
Selain itu juga bermanfaat sebagai sumber tenaga listrik dengan
kapasitas 110 megawatt (MW), menjadi objek pariwisata dan pengendali
banjir.
sumber: www.pu.go.id
Kamis, 18 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar