Hal ini karena ada hubungan yang baik
sekali antara kedua negara, dan menganggap bahwa Indonesia adalah negara
yang sangat penting dalam organisasi OKI dan ASEAN. Indonesia juga
memiliki pengalaman dalam hal memberantas korupsi, yang diketahui lebih
baik dari Irak dan Kurdistan.
"Kunjungan ini membuktikan bahwa
Indonesia adalah negara yang penting diantara negara-negara Islam, dan
Indonesia juga memiliki pengalaman yang lebih baik dalam pemberantasan
korupsi,” kata Pimpinan Delegasi Ahemd Anwer Mohammed, di Gedung
Parlemen, Jakarta, Rabu (24/2/2016), saat diterima oleh Wakil Ketua DPR
RI Fadli Zon dan anggota DPR Dave Laksono.
Mereka juga sudah bertemu dengan Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Komisi III DPR bidang hukum, berharap
kunjungan ini dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan
Irak, khususnya dalam memerangi korupsi.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon menjelaskan,
Indonesia setelah era reformasi terus memperbaiki diri, terutama
menyangkut masalah pemberantasan korupsi. Indonesia mempunyai suatu
Undang-Undang yang memberikan suatu kekuatan kepada lembaga yaitu KPK,
untuk melakukan pencegahan dan penindakan terhadap korupsi.“ KPK
merupakan lembaga yang terkuat di dunia sekarang ini. Walaupun masih
perlu ada beberapa sisi yang perlu diperbaiki,” katanya.
Menurut Fadli Zon penindakan saja tidak
cukup, yang dibutuhkan juga pencegahan. Berarti perlu menciptakan suatu
sistem yang menutup semua kesempatan korupsi tersebut.
"Ada pepatah mengatakan kesempatan itu membuat orang menjadi maling. Oleh karena itu, yang dibutuhkan bagaimana membuat opportunity ini semakin sedikit untuk melakukan suatu kegiatan yang mengarah pada penyimpangan dan korupsi,” jelasnya.
Lebih lanjut, diterangkannya, Indonesia
juga sedang mengarah melakukan suatu pemberantasan korupsi dengan
cara-cara bukan hanya penindakan saja tetapi juga pada pencegahan, Ke
depan dengan system yang semakin solid dan bagus, akan ada pemberantasan
korupsi bisa lebih efektif. Pengalaman Indonesia di era reformasi
memang bisa menjadi suatu referensi, karena transisi menuju demokrasi
relatif berjalan dengan damai.
Hal senada disampaikan, politisi FPG Dave
Laksono, pemberantasan korupsi bukan persoalan mudah, dan pembangunan
ekonomi suatu bangsa akan selalu terhambat apabila korupsi masih terus
berjalan. Dan Indonesia pun masih terus mencari suatu skema atau sistem
untuk membasmi korupsi hingga ke tingkat bawah.
Menurutnya, hal pertama yang harus
diselesaikan untuk menghabisi korupsi adalah dari diri kita sendiri.
“Setiap kita melihat cermin, gambaran pertama yang lihat pada diri kita
itulah yang harus menghentikan korupsi, jadi kita harus tanamkan sedini
mungkin,” kata Dave.
Karena itulah, lanjut Dave,
program-program yang sedang dibangun di Indonesia seperti membuat di
sekolah-sekolah dengan adanya kafe jujur atau program-program pengenalan
tentang kejujuran diri sendiri.
“Itulah yang sewdang kita bangun sehingga
sejak usia dini tidak ada niatan untuk curang, atau merugikan pihak
lain. Ini bukan persoalan gampang, rumit dan butuh waktu kesabaran serta
intensitas dari semua pihak, dari tenaga pendidik, diri kita, seluruh
elemen masyarakat, dan penegak hukum,” tegasnya.
sumber: www.dpr.go.id







0 komentar:
Posting Komentar