Untuk menciptakan kota yang lebih baik dan
berkelanjutan, dan mengubah tantangan perkotaan menjadi peluang,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen
Cipta Karya melakukan kerjasama dengan Kementerian Pertanahan,
Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLIT) Pemerintah Jepang.
“Tujuan dari workshop ini adalah untuk memperkuat kerjasama kedua
negara dalam rangka pengembangan wilayah perkotaan berkelanjutan di
Indonesia. Melalui workshop ini, saya berharap kita dapat berbagi ide
dan pengetahuan untuk mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih baik di
masa depan,” jelas Dirjen Cipta Karya Andreas Suhono dalam acara Japan-Indonesia Public-Private Workshop on Eco-Friendly and Safe Residential and Urban Development, Kamis (11/02/2016) di ruang Sapta Taruna Kementerian PUPR.
Menurutnya untuk mengatasi masalah perkotaan, Indonesia telah mengembangkan roadmap untuk menciptakan kota yang berkelanjutan di Indonesia. Berdasarkan roadmap ini,
pada tahun 2015, pembangunan kota difokuskan pada pemenuhan kebutuhan
Standar Pelayanan Perkotaan. Pada tahap berikutnya, pembangunan kota
akan fokus pada menciptakan kota tangguh dan hijau, terutama untuk
menghadapi tantangan perubahan iklim. Pada akhirnya, tujuan akhir adalah
untuk menciptakan kota yang cerdas dan kompetitif yang didasarkan pada
teknologi.
“Untuk mencapai visi pembangunan perkotaan di Indonesia, ada tiga
pendekatan yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Pendekatan pertama adalah membangun sistem infrastruktur
permukiman, khususnya pada pengembangan kawasan strategis nasional.
Pendekatan kedua adalah memfasilitasi provinsi dan kabupaten/kota atau
pemerintah daerah dengan mendukung perumusan peraturan daerah, dokumen
perencanaan sektoral/regional, serta membangun infrastruktur permukiman.
Terakhir, pendekatan ketiga adalah pemberdayaan masyarakat dengan
mengembangkan infrastruktur berbasis masyarakat,” ungkap Andreas.
Andreas menyadari bahwa partisipasi pemangku kepentingan harus
didorong mulai dari proses perencanaan. Pemerintah daerah adalah kunci
sukses pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, sementara pemerintah
pusat dalam posisi memberikan lingkungan yang kondusif bagi tindakan
tersebut untuk dilaksanakan. Keterlibatan aktif dan kerjasama dari semua
pihak terkait, termasuk sektor swasta (baik domestik dan internasional)
diperlukan untuk membuat program yang sukses.
Sementara itu, Assistant Vice-Minister, Minister’s Secretariat. MLIT,
Shin Hasegawa mengungkapkan pihaknya siap berkontribusi untuk
pembangunan kota di Indonesia dan mengajak para pihak swasta di Jepang
untuk berinvestasi di Indonesia.
www.pu.go.id
Kamis, 11 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar