usaha berhasil

Selasa, 03 Maret 2015

Tak Main - Main, Ambisi Perdagangan RI-Selandia Baru Rp 40 Triliun di tahun 2024

Auckland - Perdagangan bilateral Indonesia-Selandia Baru akan didorong sekuat tenaga. Tidak main-main, volume yang yang tahun 2013 sebesar Rp 17 triliun diharapkan melonjak menjadi Rp 40 triliun dalam waktu 9 tahun dari sekarang.

Itulah salah satu "janji" yang diikrarkan oleh Menlu Retno Marsudi dan Menlu Selandia Baru, Murray McCully, dalam Komisi Bersama Tingkat Menteri ke-7 yang dilaksanakan di Auckland, 3 Maret 2015. Dalam kesempatan itu dievaluasi dan dibahas kiat-kiat memajukan kerjasama bilateral di banyak bidang.

"Saya merasa sekarang waktunya untuk mengevaluasi apa-apa yang telah kita telah sepakati untuk kemudian kita implementasikan sebaik-baiknya bagi kemakmuran kedua bangsa," ujar Menlu Retno.

Untuk itu, McCully mendorong pengusaha kedua negara  bersungguh-sungguh menggali potensi ekonomi yang ada untuk bisa mencapai target yang diharapkan. Bahkan, Selandia Baru meminta agar Indonesia segera membuka Kantor Dagang di negeri kiwi tersebut. 

Diantara impor Selandia Baru dari Indonesia adalah buah manggis, batu bara, electronik, kayu, kertas dan lainnya. Adapun impor Indonesia dari sana kebanyakan berupa dairy product seperti susu, daging dan mentega. Tahun lalu Indonesia defisit 376 ribu dolar.

Saat ini, Indonesia ingin mengembangkan ekspor produk utama seperti kelapa sawit, produk elektronik, karet, produk kimia dan makanan olahan. Indonesia juga merencanakan segera mengekspor buah salak.

Menteri McCully mengakui pihaknya terus mendorong Indonesia mempertimbangkan pengembangbiakan sapi asal Sekandia Baru.  Kedua belah pihak sepakat menindaklanjutinya dalam kelompok kerja dalam waktu dekat.

Untuk meningkatkan perdagangan, diakui bahwa penerbangan langsung indonesia - Selandia Baru memainkan peranan penting dan karenanya harus diusahakan. Maklumlah, saat ini penerbangan langsung dari Selandia Baru ke negara-negara ASEAN hanya menuju satu negara yakni Singapura.

Menlu Retno setuju dengan Menlu McCully bahwa kerjasama geothermal dan energi terbarukan akan menjadi Prioritas dalam tahun ini dan mendatang. Hal ini utamanya dimaksudkan untuk mendukung listrik di Indonesia bagian timur.

"Saya kira pertemuan kali ini sangat produktif. Tidak hanya membicarakan soal ekonomi tetapi juga mencakup pertahanan, hubungan masyarakat hingga masalah regional dan internasional. Setelah ini tentu pekerjaan kita adalah implementasi. Tidak boeh berhenti diatas kertas," ujar Menlu Retno.

0 komentar:

Posting Komentar

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA