Menpora Imam Nahrawi hari Kamis (9/4) siang menghadiri Seminar Nasional dan Deklarasi Pemuda Kader Revolusi Mental Indonesia yang diadakan oleh Kemenpora dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Lampung.(foto:tyo/kemenpora.go.id)
Lampung: Menpora Imam Nahrawi hari Kamis (9/4) siang menghadiri Seminar Nasional dan Deklarasi Pemuda Kader Revolusi Mental Indonesia yang diadakan oleh Kemenpora dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Lampung.
Menpora disambut Gubernur Lampung M Ridho Ficardo beserta jajaran Muspida Pemprov Lampung, Kepala BNPT Saud Usman Nasution, dan Rektor Unila Sugeng T Haryanto dan disuguhi pertunjukkan Tari Sigeh Pengunten, tarian tradisional khas Lampung yang menggambarkan pemberian penghormatan.
Seminar kali ini dihadiri sekitar lima ribu mahasiswa Unila, pelajar, aktivis pramuka, dan pemuda dari berbagai kabupaten di Lampung. Gedung GSG nampak sesak dan ramai riuh dengan gemuruh para pemuda sepanjang seminar dan deklarasi. Acara diawali pembacaan Deklarasi Revolusi Mental.
Deklarasi dilanjutkan penandatanganan MoU oleh Menpora, Kepala BNPT, dan Rektor Unila tentang pelibatan pemuda dalam setiap upaya pencegahan terorisme dan pemanfaatan potensi pemuda. "Ini adalah kegiatan pertama dari Deputi Pemberdayaan Pemuda pada 2015. Kami memilih Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera yang anti narkoba dan anti destruksi lainnya," kata Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Yuni Poerwanti.
Menpora dalam pidatonya menyatakan pencanangan gerakan revolusi mental oleh Kemenpora dimulai dari Lampung. "Dalam gerakan revolusi mental, bangunan fisik adalah urusan kecil. Membangun mental justru yang penting karena menyangkut jiwa," kata Menpora.
"Gerakan revolusi mental harus meyakinkan kita sebagai bangsa besar karena Indonesia dibangun oleh sekelompok anak muda yang bercita-cita luhur. Mari yang kita lakukan hari ini diniatkan untuk masa depan generasi mendatang," ajak Menpora.
Gubernur Ridho Ficardo, yang baru berusia 30 tahun, menyatakan gerakan nasional Revolusi Mental Pemuda Indonesia 2015 di Lampung sangat penting karena Lampung adalah provinsi strategis di Sumatera. "Kami paling dekat dengan Jakarta yang berkomitmen menjaga NKRI. Mohon pemuda dan olahraga di Lampung diperhatikan. Sebab, Lampung cukup rawan potensi radikalisme dan terorismenya. Lampung harus dapat jadi percontohan penanggulangannya," kata gubernur termuda di Indonesia ini.
Sementara Rektor Unila Sugeng T Haryanto dalam sambutannya menyampaikan Unila banyak memiliki aturan untuk ketertiban kampus. "Aturan dibuat untuk kebaikan mahasiswa. Saya senang semua mahasiswa berkumpul di gedung ini. Gedung GSG ini dibangun 25 tahun lalu. Sekarang perlu diperhatikan. Sebab, pembangunan mental juga harus diiringi pembangunan fasilitas. Saya ucapkan selamat kepada Pak Nahrowi yang sudah memperoleh gelar Raja Marga Alim," katanya.
Menpora pada acara ini dianugerahi Gelar Adat "Raja Marga Alim" oleh sesepuh adat Lampung, yang menyimbolkan diakuinya Menpora sebagai bagian dari warga Lampung. Pejabat Kemenpora yang turut mendampingi di antaranya Deputi Pemberdayaan Pemuda Yuni Poerwanti, Asdep Peningkatan Kapasitas Pemuda Ibnu Hasan, dan Kabid Bio Mekanik dan Kebugaran Jasmani Risdiamon.






0 komentar:
Posting Komentar