usaha berhasil

Jumat, 10 April 2015

Pertemuan Kapusdiklat ASEAN+3, Indonesia Fokus pada Diplomasi Ekonomi dan E-Learning


Kamis, 09 April 2015
​Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Soehardjono Sastromihardjo, mewakili Indonesia sebagai tuan rumah secara resmi membuka The 10th Annual Meeting of Deans and Directors of Diplomatic Training Institutions of the ASEAN+3 pada Kamis (9/4) pagi di Nusa Dua, Bali. Pertemuan ini untuk pertama kalinya dihadiri oleh perwakilan dari seluruh negara anggota ASEAN+3 (Jepang, Korea Selatan, Tiongkok) serta wakil dari ASEAN Secretariat.
 
Dubes Soehardjono menekankan betapa pentingnya peran ASEAN+3 bagi masing-masing negara anggota. Dengan nilai perdagangan antar-negara sebesar USD 726 miliar, atau hampir setara 30% perdagangan total ASEAN, kerja sama ekonomi ASEAN+3 telah membuka banyak lapangan pekerjaan. Peluang investasi serta berkembangnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi cara memupus kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran negara.
 
Oleh karena itu, sejalan dengan visi dan misi pemerintah RI saat ini, Indonesia mengangkat tema diplomasi ekonomi pada gelaran kesepuluh pertemuan Kapusdiklat ASEAN+3 tahun ini. Hal yang ingin disoroti adalah bagaimana diplomasi ekonomi dapat berperan dalam penguatan integrasi ekonomi regional di ASEAN. Tema lain yang mengemuka adalah bagaimana memaksimalkan pemanfaatan teknologi dengan metodee-learning agar proses belajar selama pelatihan menjadi lebih efektif dan efisien.
 
Jika Tak Kenal Maka Tak Sayang
 
A true sharing and learning in the region requires face-to-face interaction among diplomats,” kata Dubes Soehardjono.
 
Segala teori tentang diplomasi dan isu-isu terkini tidak cukup membuat seseorang menjadi diplomat yang sesungguhnya. Pelajaran terbaik adalah ketika mereka bertemu dan berinteraksi satu sama lain.
 
Dengan saling bertemu muka, para diplomat dapat secara langsung memperluas hubungan pertemanan sekaligus pengetahuan. Mereka bertukar pengalaman dan pelajaran yang dimiliki atas dasar keterbukaan dan rasa saling menghormati. Kualitas hubungan semacam ini dirasa penting untuk dibangun mengingat visi besar jangka panjang East Asia Community.
 
Pertemuan ini dibagi dalam dua bagian, yaitu seminar dan diskusi, dan menghasilkan dokumen akhir dalam bentuk Report yang rencananya akan menjadi bagian dari mekanisme rutin ASEAN+3. Seminar akan diberikan oleh ERIA (Economic Research Institute of ASEAN and East Asia) dan dari UNITAR (United Nations Institute for Training and Research). Tiongkok, Thailand, Jepang, Korea, Singapura, dan Indonesia akan mengambil bagian sebagai pembicara dalam diskusi.

0 komentar:

Posting Komentar

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA