Indonesia dan Malaysia telah menguatkan komitmen untuk meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai area yang menjadi fokus bersama kedua negara, mulai dari penyelesaian sengketa perbatasan hingga pekerja migran. Demikian disepakati Menlu Retno dan Menteri Anifah Aman ketika kedua menteri bertemu untuk pertama kalinya dalam pertemuan bilateral di Kota Kinabalu (26/1).
Selama pertemuan, kedua menterimenyetujui pentingnya mengintensifkan negosiasi dalam perbatasan darat dan maritim. Sebagai tindak lanjut, perundingan perbatasan maritim akan dimulai di minggu kedua di bulan Februari 2015. Indonesia dan Malaysia juga akan mulai mendiskusikan roadmap untuk perundingan lebih lanjut.
Indonesia dan Malaysia juga akan mendorong semua institusi terkait untuk memfinalisasikan semua isu yang belum terselesaikan, termasuk MoU dalam bidang pendidikan dan Mou untuk memerangi peredaran narkotika.
Perlindungan Pekerja Migran, Fokus Pemerintah Presiden Jokowi
Dalam hal pekerja migran, Menlu Retno menekankan pentingnya “perlindungan pekerja migran Indonesia sebagai salah stau prioritas dalam pemerintahan Presiden Jokowi.”
Lebih lanjut, Menlu Retno menyampaikan beberapa isu yang diangkat oleh pekerja migran Indonesia yang berkesempatan untuk bertemu dengan Menlu RI sehari sebelumnya di KL.
Menteri Anifah menyetujui pentingnya kontribusi pekerja migran ke pertumbuhan ekonomi Malaysia dan pentingnya bekerja bersama untuk memastikan keamanan pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Selain menyampaikan apresiasi atas akses pendidikan untuk anak – anak pekerja migran di Sabah dan Serawak, Menlu Retno juga meminta pemerintah Malaysia untuk memberikan izin untuk pembangunan Community Learning Centre (CLC) di luar arena perkebunan.
Masukan dari anak – anak pekerja migran juga telah disampaikan ke Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Dasar, Anies Baswedan.
Menlu Retno juga mengapresiasi program 6P, sebuah program amnesti untuk TKIyang masuk ke Malaysia tidak melalui jalur resmi.
Lebih dari dua ratus sepuluh ribu pekerja migran yang tidak terdokumentasi sudah masuk ke dalam program ini selama kurun waktu 2011-2014. Indonesia akan terusmendiskusikan dengan Malaysia program penanganan bagi pekerja migran yang belum terdokumentasikan.
Malaysia adalah mitra dagang yang sangat penting bagi Indonesia, dengan perdagangan dua-arah yang terus meningkat selama 5 tahun terakhir. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Malaysia mencapai 23 milyar dolar AS di tahun 2013. Malaysia juga merupakan investor asing terbesar ke-5 di Indonesia, dengan nilai investasi mencapai 711 juta dolar AS di tahun 2014.
Menlu Retno akan bergabung dengan Menlu ASEAN lainnya untuk ASEAN Ministerial Meeting (AMM) Retreat yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2015.
Selama pertemuan, kedua menterimenyetujui pentingnya mengintensifkan negosiasi dalam perbatasan darat dan maritim. Sebagai tindak lanjut, perundingan perbatasan maritim akan dimulai di minggu kedua di bulan Februari 2015. Indonesia dan Malaysia juga akan mulai mendiskusikan roadmap untuk perundingan lebih lanjut.
Indonesia dan Malaysia juga akan mendorong semua institusi terkait untuk memfinalisasikan semua isu yang belum terselesaikan, termasuk MoU dalam bidang pendidikan dan Mou untuk memerangi peredaran narkotika.
Perlindungan Pekerja Migran, Fokus Pemerintah Presiden Jokowi
Dalam hal pekerja migran, Menlu Retno menekankan pentingnya “perlindungan pekerja migran Indonesia sebagai salah stau prioritas dalam pemerintahan Presiden Jokowi.”
Lebih lanjut, Menlu Retno menyampaikan beberapa isu yang diangkat oleh pekerja migran Indonesia yang berkesempatan untuk bertemu dengan Menlu RI sehari sebelumnya di KL.
Menteri Anifah menyetujui pentingnya kontribusi pekerja migran ke pertumbuhan ekonomi Malaysia dan pentingnya bekerja bersama untuk memastikan keamanan pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Selain menyampaikan apresiasi atas akses pendidikan untuk anak – anak pekerja migran di Sabah dan Serawak, Menlu Retno juga meminta pemerintah Malaysia untuk memberikan izin untuk pembangunan Community Learning Centre (CLC) di luar arena perkebunan.
Masukan dari anak – anak pekerja migran juga telah disampaikan ke Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Dasar, Anies Baswedan.
Menlu Retno juga mengapresiasi program 6P, sebuah program amnesti untuk TKIyang masuk ke Malaysia tidak melalui jalur resmi.
Lebih dari dua ratus sepuluh ribu pekerja migran yang tidak terdokumentasi sudah masuk ke dalam program ini selama kurun waktu 2011-2014. Indonesia akan terusmendiskusikan dengan Malaysia program penanganan bagi pekerja migran yang belum terdokumentasikan.
Malaysia adalah mitra dagang yang sangat penting bagi Indonesia, dengan perdagangan dua-arah yang terus meningkat selama 5 tahun terakhir. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Malaysia mencapai 23 milyar dolar AS di tahun 2013. Malaysia juga merupakan investor asing terbesar ke-5 di Indonesia, dengan nilai investasi mencapai 711 juta dolar AS di tahun 2014.
Menlu Retno akan bergabung dengan Menlu ASEAN lainnya untuk ASEAN Ministerial Meeting (AMM) Retreat yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2015.






0 komentar:
Posting Komentar