Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengetuai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-10 di Nay Pyi Taw, Myanmar (11/05).
KTT BIMP-EAGA ini juga dihadiri oleh Sultan Brunei Darussalam, Presiden Filipina dan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri selaku special envoy PM Malaysia.
Presiden RI membahas mengenai peran penting BIMP-EAGA dalam mendorong perwujudan Komunitas ASEAN tahun 2015.
“Integrasi kawasan hanya dapat diwujudkan dengan meningkatkan konektivitas, mendorong sektor pariwisata, dan memperhatikan pembangunan berkelanjutan dengan fokus pada upaya pelestarian sumber daya alam dan lingkungan,” tegas Presiden RI.
BIMP-EAGA juga berfungsi untuk meminimalkan development gap yang disesuaikan dengan empat pilar strategis dari Implementation Blueprint (IB) 2012-2016, yaitu konektivitas, lumbung pangan, pariwisata dan lingkungan hidup.
Para Kepala Negara BIMP-EAGA mendapatkan laporan mengenai beberapalangkah kongkrit yang sudah diambil, termasuk pembukaan jalur udara baru dan proyek pembangkit tenaga listrik Kalimantan Barat-Sarawak.
Kepala Negara yang hadir mengapresiasi progress yang sudah dilakukan dan menghargai dukungan dan kerja sama yang diberikan oleh Sekretariat ASEAN danbantuan capacity building yang diberikan Asian Development Bank (ADB) sebagaiRegional Development Advisor.
KTT BIMP-EAGA ditutup dengan pengesahan Joint Statement KTT BIMP-EAGA ke-10. (Sumber: Ditjen KSA/Ditjen Aspasaf/Dit. Infomed/VKH)
KTT BIMP-EAGA ini juga dihadiri oleh Sultan Brunei Darussalam, Presiden Filipina dan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri selaku special envoy PM Malaysia.
Presiden RI membahas mengenai peran penting BIMP-EAGA dalam mendorong perwujudan Komunitas ASEAN tahun 2015.
“Integrasi kawasan hanya dapat diwujudkan dengan meningkatkan konektivitas, mendorong sektor pariwisata, dan memperhatikan pembangunan berkelanjutan dengan fokus pada upaya pelestarian sumber daya alam dan lingkungan,” tegas Presiden RI.
BIMP-EAGA juga berfungsi untuk meminimalkan development gap yang disesuaikan dengan empat pilar strategis dari Implementation Blueprint (IB) 2012-2016, yaitu konektivitas, lumbung pangan, pariwisata dan lingkungan hidup.
Para Kepala Negara BIMP-EAGA mendapatkan laporan mengenai beberapalangkah kongkrit yang sudah diambil, termasuk pembukaan jalur udara baru dan proyek pembangkit tenaga listrik Kalimantan Barat-Sarawak.
Kepala Negara yang hadir mengapresiasi progress yang sudah dilakukan dan menghargai dukungan dan kerja sama yang diberikan oleh Sekretariat ASEAN danbantuan capacity building yang diberikan Asian Development Bank (ADB) sebagaiRegional Development Advisor.
KTT BIMP-EAGA ditutup dengan pengesahan Joint Statement KTT BIMP-EAGA ke-10. (Sumber: Ditjen KSA/Ditjen Aspasaf/Dit. Infomed/VKH)






0 komentar:
Posting Komentar