usaha berhasil

Kamis, 18 Desember 2014

Menag Hadiri Peringatan Hari Bela Negara

Jakarta (Pinmas) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri upacara Hari Bela Negara yang diperingati setiap tanggal 12 Desember. Hari Bela Negara ini sekaligus memperingati momentum agresi militer Belanda ke – II yang terjadi pada tanggal 19 Desember 1948. Tahun ini, peringatan digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (19/12).
Upacara berlangsung dengan khidmat diikuti oleh ribuan peserta yang berasal dari TNI, Mahasiswa, tokoh agama, ulama, dan mahasiswa serta pelajar dan dipimpin oleh I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai atau yang lebih akrab dikenal sebagai Ade Rai, atlet binaraga.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Menko Polhukam Tedjo Edy Purdjiatno. Acara ini dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja, seperti Menpan RB Yuddy Chrisnandi, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menpora Imam Nahrowi, Menhan Ryamizard Ryacudu serta Menristek dan Dikti M Nasir. Hadir pula Kepala BIN Marciano Norman serta Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama.
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya yang dibacakan Tedjo, mengajak segenap rakyat Indonesia untuk belajar melalui perjuangan pahlawan untuk menyongsong masa depan. Tantangan Indonesia sudah bersifat multi dimensi, baik fisik maupun non fisik yang bisa bersumber dari ideologi, politik, ekonomi sosial budaya. Sehingga dalam hal ini kita bisa mendefenisikan ulang kembali apa yang dimaksud dengan bela negara.
“Bagi Saya, upaya untuk mengamankan aksi pencurian (ilegal fishing) di perairan kita adalah tugas bela negara, setiap tahun beribu ton ikan kita dicuri. Upaya untuk mewujudkan pangan adalah aksi bela negara, upaya untuk bisa tegak berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi adalah usaha bela negara, guru, bidan dan tenaga kesesehatan yang tengah berjuang bertugas di perbatasan tanah air adalah bela negara, merekalah yang membuat republik ini tetap eksis untuk hadir melayani rakyatnya,” papar Presiden.
Negara ini, tegas Presiden akan menjadi kokoh dan besar ketika bisa memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Selain itu, ancaman atas kedaulatan kita muncul dari tindak pidana korupsi yang telah nyata-nyata merusak pondasi kekuatan kita sebagai bangsa dan menjauhkan kita dari kesejahteraan.
“Upaya untuk melawan korupsi merupakan wujud pembelaan kita kepada negara,”tegas Presiden
Dikatakan Presiden, bela negara bisa dilakukan oleh setiap warga negara dari berbagai latar profesi, mulai dari petani, buruh, profesional dampai dengan pedagang. Bela negara bisa diwujudkan dalam kehidupan seharai-hari sesuai peran dan profesinya.
Dalam sambutannya, Presiden mengajak semua warga negara untuk membangun keinsyafan bersama bahwa kelangsungan hidup bersama bangsa bukan tergantung kepada militer bersama. Tugas kita adalah membela rakyat dari kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan dan ketergantungan.
“Tugas bela negara ini, adalah tugas yang maha berat yang ada di depan mata kita saat ini, namun dengan semangat dan kerja keras, persatuan dan kerjasama kita bersama, tugas berat itu dapat kita pikul bersama,” ujar Presiden.
Dalam kesempatan itu, dilaksanakan pengibaran bendera merah putih sebagai bendera kebangsaan terbesar di dunia (2.250 meter) di tugu monas yang mendapat rekor Muri.

Sumber: www.kemenag.go.id

0 komentar:

Posting Komentar

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA