Jakarta, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengharapkan agar seluruh Keluarga Besar Kemhan dapat memaknai peringatan Tahun Baru 1 Muharam 1436 Hijriah dengan berupaya meningkatkan semangat pengabdian melalui peningkatan disiplin, loyalitas, motivasi, dan kinerja sesuai dengan tuntutan dan tantangan tugas ke depan. Harapan Menhan tersebut sesuai dengan tema peringatan yaitu “Hikmah Tahun Baru Islam 1 Muharam 1436 Hijriah Sebagai Motivasi, Introspeksi dan Peningkatan Kinerja Personel Kementerian Pertahanan”.
Tema ini relevan dengan tantangan dan tugas Kemhan ke depan. Kemhan memerlukan SDM Pegawai yang memiliki motivasi kerja dan loyalitas yang tinggi serta profesionalisme yang baik. Demikian dikatakan Menhan Ryamizard Ryacudu, Rabu (12/11), saat memberikan amanat pembuka dalam acara Peringatan 1 Muharam 1436 Hijriah yang diikuti oleh segenap Pejabat Eselon I, II, Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kemhan dan Seluruh Pegawai Kemhan di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kemhan. Peringatan Tahun Baru Islam ini menghadirkan Ustadz Reza M Syarif MA. MBA, sebagai penceramah.
Peristiwa hijrahnya Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat dari Mekah ke Madinah yang menandai awal Tahun Hijriah adalah perjalanan menuju harapan yang lebih baik bagi syiar Agama Islam. Hijrah ini dapat dimaknai sebagai harapan dan semangat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Sementara itu Ustadz Reza M Syarif yang juga terkenal sebagai motivator ini mengatakan bahwa momentum peringatan Tahun Baru Hijriah ini dapat dimanfaatkan untuk kembali menanamkan semangat kepahlawanan dengan tujuan keberhasilan sejati. Menurut ustadz pemegang 2 rekor muri ini, keberhasilan sejati tidak dapat diukur dari jumlah harta yang dimiliki tetapi bagaimana menikmati dan mensyukuri apa yang telah kita miliki. Dan semangat kepahlawanan dibutuhkan untuk meraih keberhasilan sejati. Dalam meraih keberhasilan sejati ini dibutuhkan motivasi untuk meraihnya, motivasi itu adalah kompetisi, tantangan dan perubahan.
Rasulullah SAW telah mencontohkan saat dirinya dan para sahabat berhijrah dari Mekah ke Madinah, tiga langkah strategis dilakukannya di Medinah. Pertama, membangun masjid sebagai tempat bersujud kepada Allah SWT, yang sekaligus menjadi pusat bertemu dan berkumpul antara kaum Anshar dan Muhajirin. Kedua, menjalin persaudaraan antara kaum Anshar dan Muhajirin sehingga tidak terjadi pergesekan dan perpecahan.






0 komentar:
Posting Komentar