Presiden RI Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-6 ASEAN-Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tanggal 12 November 2014 di Nay Pyi Taw, Myanmar. KTT tersebut juga dihadiri oleh seluruh Kepala Negara/Pemerintahan negara anggota ASEAN, Sekretaris-Jenderal PBB dan Sekretaris-Jenderal ASEAN.
Dalam pidatonya, Presiden RI Joko Widodo menekankan 3 (tiga) hal utama terkait kerja sama kemitraan ASEAN-PBB, antara lain:
- Pentingnya penyelarasan agenda regional dan global, melalui sinergi antara Agenda Pembangunan Pasca-2015 dan Visi Komunitas ASEAN Pasca-2015. Presiden Jokowi menegaskan agar targetMillennium Development Goals (MDGs) yang belum tercapai secara total perlu untuk diselaraskan dalam kedua agenda dimaksud. Dalam mewujudkan MDGs, Pemerintah Indonesia juga telah meluncurkan program Jaminan Kesejahteraan Nasional dalam bentuk Kartu Keluarga Sehat, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar;
- Indonesia siap bekerja sama dengan ASEAN dan PBB secara cepat dan tanggap dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, terorisme, wabah penyakit menular dan penanganan bencana;
- Pentingnya memajukan kerja sama ASEAN-PBB yang memiliki manfaat dan dampak langsung serta nyata kepada masyarakat.
Kerja sama kemitraan ASEAN-PBB awalnya dimulai dengan Program Sub-Kawasan pada tahun 1977 yang bertujuan untuk mendukung kerja sama ASEAN. Saat ini, kerja sama ASEAN-PBB antara lain juga meliputi: upaya pengurangan kesenjangan pembangunan, konektivitas ASEAN, perdamaian dan rekonsiliasi, moderasi, serta penanggulangan kejahatan lintas batas.






0 komentar:
Posting Komentar