usaha berhasil

Rabu, 30 April 2014

PU Dukung Industri Konstruksi Untuk Pasar Tunggal ASEAN

Pembangunan Infrastruktur melalui dukungan material dan peralatan konstruksi adalah salah satu syarat agar daya saing bangsa semakin meningkat dalam upaya menghadapi Pasar Tunggal ASEAN untuk mendukung MP3EI dan pertumbuhan ekonomi.
Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pembinaan Konstruksi (BP Konstruksi) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Hediyanto Husaini dalam lokakarya “Kesiapan Industri Beton Pracetak dan Prategang dalam Mendukung Pembangunan Nasional yang Efisien Menyongsong Pasar Tunggal Asean 2015 dan Pasar Global 2020”, Jakarta (29/4).
“Investasi Infrastruktur bidang ke-PU-an sangat tergantung pada terpenuhinya MPK secara efektif, efisien, dan tepat waktu. Apalagi dengan makin banyaknya pembangunan jalan, bangunan, dan lain sebagainya, kebutuhan MPK seperti beton pracetak ini sangat tinggi”, ujar Hediyanto.
Sebelumnya disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Pemerintah berkomitmen untukmendorong penggunaan sistem beton pracetak dalam industri konstruksi dalam rangkameningkatkan efisiensi industri konstruksi. Dengan demikian, diharapkan industri beton pracetak diharapkan dapat menyokong sedikitnya 50% pangsa pasar konstruksi beton di masa datang.
Dari data, hingga tahun 2012 penerapan sistem beton pracetak telah memiliki pangsa pasarsekitar 25% dari total pemakaian konstruksi (disampaikan dalam “The 6th Civil Engineering Conference in Asia Region” atau CECAR-6 di JakartaAgustus tahun 2013). Produksi beton pracetak Indonesia saat ini telah mampu bersaing di pasar internasional, yaitu diantarnya di Aljazair, Kenya, Timor Leste, dan sekarang ini di Arab Saudi serta Myanmar.
Pada kesempatan yang sama turut dilakukan Deklarasi terbentuknya Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) sebagai wadah organisasi berisikan para perusahaan yang memproduksi komponen beton pracetak dan jasa prategang. Asosiasi ini dibentuk pada 18 Juli 2013 dengan maksud mengembangkan industry dan konstruksi beton pracetak dan prategang yang berkesinambungan.
Kepala BP Konstruksi mengharapkan agar asosiasi ini dapat menjaga kualitas dan efisiensi dalam sedgi sumber daya manusia dan teknologi untuk membangun infrastruktur. “Saya menjamin bahwa ini akan menjadi penopang ekonomi indonesia dimana harapannya dengan AP3I ini, ya saya harapkan dia akan menjadi satu sarana bagi para pengusaha ini untuk bersatu, kalau dia bersinergi akan kebijakan indoesia akan menjadi lebih menumpang mereka, mendorong mereka artinya semakin kuat lagi para pengusaha,”harap Hediyanto.
Ketua AP3I H.R.Sidjabat mengatakan bahwa kekuatan industri beton sekarang telah terhumpun banyak dan siap menghadapi pasar asing yang masuk ke Indonesia. “Kalau kami melihat bahwa yang paling utama adalah pasar dalam negeri, bagaimana menjaga pasar dalam negeri berdampak sangat besar, kebutuhan pertahun kira-kira sekitar 6 triliun,”ujarnya. (dnd)

0 komentar:

Posting Komentar

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA