Tomohon (Pinmas) —- Menteri Agama Suryadharma Ali meminta jajarannya di Sulawesi Utara, mulai dari Kanwil sampai KUA, semua lembaga pendidikan agama dan keagamaan dari tingkat dasar sampai tinggi untuk pro aktif dalam memperkokoh kerukunan antar umat beragama.
“Jajaran Kemenag di Bumi Nyiur Melambai ini, harus pro aktif dalam memperkokoh kerukunan antaru mat beragama. Alhamdulilah, Provinsi Sulut, hingga saat ini, tidak pernah terjadi konflik atas namaagama” terang Menag ketika memberikan arahan kepada pegawai Kementerian Agama Sulawesi Utara (Sulut), Manado, Senin (24/03).
Hadir dalam acara tersebut Wagub Sulut, Kakanwil Kemenag Sulut, Ketua STAIN Manado, Ketua STAKN Manado, Dirjen Bimas Kristen, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Hindu, Dirjen Bimas Budha, dan Sesditjen Bimas Islam.
Dikatakan Menag bahwa konsentrasi Kementerian Agama dalam 4 bulan ke depan adalah melanjutkan program pengukuhan kerukanan antarumat beragama di Indonesia.
“Misi utama saya selaku Menag adalah melanjutkan dialog antarumat beragama, gerak jalan kerukunan, dan kampanye peningkatan penggunaan produk halal,” tegas Menag.
“Dialog ditujukan untuk memperkokoh hubungan para tokoh lintas agama. Gerak jalan kerukunan untukmempererat persaudaraan antara umat beragama. Kampanye Produk halal untuk kebaikan seluruh masyarakat Indonesia,” tambah Menag.
Menag mengatakan bahwa kampanye kerukunan mendapat dukungan penuh dari para Ditjen Bimas, karena sangat efektif untuk memperkokoh kerukunan dan mampu menghambat konflik antarumat beragama.
Menag juga memuji para tokoh dan umat di Sulut yang melihat kerukunan bukan lagi sekedarperintah agama, namun telah membudaya dalam kehidupan sehari-hari. “Ke depan, jika Indonesia ingan lebih baik, maka tidak bisa tidak, kerukunan yang berbasis kesadaran tinggi kita, akan menjadi modal besar dan menentukan. Semua tak bisa lepas dari sumbangan para tokoh dan masyarakat lintas agama,” tandas Menag.
Senada dengan Menag, Wagub Sulut Djauhari Kansil menyatakan, bahwa kehidupan yang rukun dan damai antarumat beragama di Provinsi Sulut, merupakan modal dasar untuk membangun Bumi Nyiur Melambai. (G-penk/mkd/mkd)
Sumber: www.kemenag.go.id
“Jajaran Kemenag di Bumi Nyiur Melambai ini, harus pro aktif dalam memperkokoh kerukunan antaru mat beragama. Alhamdulilah, Provinsi Sulut, hingga saat ini, tidak pernah terjadi konflik atas namaagama” terang Menag ketika memberikan arahan kepada pegawai Kementerian Agama Sulawesi Utara (Sulut), Manado, Senin (24/03).
Hadir dalam acara tersebut Wagub Sulut, Kakanwil Kemenag Sulut, Ketua STAIN Manado, Ketua STAKN Manado, Dirjen Bimas Kristen, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Hindu, Dirjen Bimas Budha, dan Sesditjen Bimas Islam.
Dikatakan Menag bahwa konsentrasi Kementerian Agama dalam 4 bulan ke depan adalah melanjutkan program pengukuhan kerukanan antarumat beragama di Indonesia.
“Misi utama saya selaku Menag adalah melanjutkan dialog antarumat beragama, gerak jalan kerukunan, dan kampanye peningkatan penggunaan produk halal,” tegas Menag.
“Dialog ditujukan untuk memperkokoh hubungan para tokoh lintas agama. Gerak jalan kerukunan untukmempererat persaudaraan antara umat beragama. Kampanye Produk halal untuk kebaikan seluruh masyarakat Indonesia,” tambah Menag.
Menag mengatakan bahwa kampanye kerukunan mendapat dukungan penuh dari para Ditjen Bimas, karena sangat efektif untuk memperkokoh kerukunan dan mampu menghambat konflik antarumat beragama.
Menag juga memuji para tokoh dan umat di Sulut yang melihat kerukunan bukan lagi sekedarperintah agama, namun telah membudaya dalam kehidupan sehari-hari. “Ke depan, jika Indonesia ingan lebih baik, maka tidak bisa tidak, kerukunan yang berbasis kesadaran tinggi kita, akan menjadi modal besar dan menentukan. Semua tak bisa lepas dari sumbangan para tokoh dan masyarakat lintas agama,” tandas Menag.
Senada dengan Menag, Wagub Sulut Djauhari Kansil menyatakan, bahwa kehidupan yang rukun dan damai antarumat beragama di Provinsi Sulut, merupakan modal dasar untuk membangun Bumi Nyiur Melambai. (G-penk/mkd/mkd)
Sumber: www.kemenag.go.id






0 komentar:
Posting Komentar