Ibu Lusi dan Ibu Sumari,pemilik Rawon Setan Surabaya memberi keterangan kepada wartawan di Surabaya hari Minggu (24/3) malam.(foto: muchlis/kemenpora.go.id)
Kepada para wartawan, Lusi perwakilan dari pihak rumah makan Rawon Setan mengatakan bahwa kejadian ini memang murni salah komunikasi. Dia menceritakan ketika rombongan Menpora sudah meninggalkan lokasi makan, selang beberapa menit kemudian ada pihak dari Kadispora Jatim yakni Sugeng yang kembali ke lokasi untuk menyelesaikan masalah pembayaran tersebut. Hanya pada selang beberapa menit sebelumnya, salah satu karyawan di rumah makan tersebut sudah menceritakan kronologis tersebut kepada Radio Suara Surabaya.
"Kami dari pihak rumah makan Rawon Setan meminta maaf atas kejadian tadi siang yang dialami oleh bapak Menpora Roy Suryo. Sebenarnya masalah ini hanya terjadi miss komunikasi antara pihak kami dan pihak dispora Jatim atau protokol Menpora. Dan kami mengakui jika memang sebelumnya ada kalimat sudah beres dari karyawan kami. Atas kejadian ini sekali lagi pihak kami meminta maaf," kata Lusi.
Sementara Roy Suryo meminta maaf kepada publik, atas insiden rawon setan yang diberitakan kelupaan membayar saat berkunjung di Surabaya. Dirinya mengaku kaget, setelah mengetahui nasi rawon yang dimakannya saat melawat tersebut, tak langsung dibayar.
"Terus terang, saya sangat kaget. Karena tidak seharusnya ada hal-hal seperti ini. Suasana ketika makan, sangat normal. Bahkan, sebelum pulang, saya sempat pamit, dan semua mendengar, dijawab sampun, sampun, beres. Jadi, kalau ada info seperti itu, saya justru berterimakasih. Karena mungkin, ada miss dari level protokol yang tadi mengantar, termasuk dari staf Dispora Surabaya yang mengajak," tuturnya.
Meski begitu, Roy tetap meminta maaf kepada pemilik warung maupun khalayak atas adanya insiden tersebut."Sekali lagi, meski saya sama sekali tidak menyangka kejadian tersebut, karena saya hanya diajak makan, tapi maaf atas insiden tersebut," tandasnya. (amr)
Sumber: www.kemenpora.go.id






0 komentar:
Posting Komentar