Surakarta, Kominfo - Pengamat Politik dan Pers Agus Sudibyo menilai banyaknya media membahas soal Pemilihan Presiden (Pilpres) sehingga konsentrasi masyarakat atau pemilih terhadap pelaksanaan Pemilu Anggota Legislatif pada 9 April 2014 mendatang terlupakan.
"Karena sudah terlanjur berpengaruh media banyak ngomongi soal pilpres. Kita sedikit melupakan Pemilu Legislatf pada 9 April 2014 mendatang."Kata Agus Sudibyo saat menjadi narsum Dialog yang bertema "Peran Serta Pemilu Pemula dalam Pemilu Jujur dan Adil, dalam rangka sosialisasi Pemilu yang diselenggarakan Kemkominfo di Gedung Monumen Pers Nasional, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (8/3).
Dia menghimbau agar para pemilih pemula dan mahasiswa maupun warga masyarakat Surakarta untuk dulu soal Pemilihan Presiden, mari bersama-sama konsentrasi dengan Pemilihan Umum Anggota Legislatif.
Menurut Agus, jika kita memilih pemimpin yang benar maka akan berpengaruh kepada masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan kewarganegaraan dan pendidikan pemilih pimpinan yang benar. "Mahasiswa, anak muda itu harus diarahkan yang benar."katanya
Untuk diarah yang benar lanjut Agus, Pertama jangan golput dan asal memilih. Kedua pilih yang baik sebagai pemimpin, Ketiga, perlu belajar mencoblos, karena ada empat kartu suara yaitu untuk DPR, Kartu suara DPRD provinsi dan Kartu Suara DPRD Kota/Kabupaten serta Kartu suara untuk anggota DPD.
Agus memberikan tip bagi pemilih pemula, yaitu lupakan diskusi soal capres dan cawapres sementara waktu, Pelajari tata cara pencoblosan yang benar. " Cari informasi sebanyak-sebanyaknya tentang caleg, calon DPD, dari internet dan media sosial maupun diskusi. Informasi jangan hanya dari media, spanduk, baliho saja. Tapi dari media sosial maupun internet, "ujar Agus.
Selain itu, Agus juga menghimbau, agar memilih Caleg atau wakil rakyat di DPR, yang berkualitas jangan caleg Populerlitas. "Seperti diketahui banyak sekali artis-artis jadi caleg. Nah ini banyak memilih karena populeritas. Oleh karena harus betul-betulmemilih caleg yang berkualitas jangan caleg populeritas."imbuhnya.
Menurutnya jika, salah pilih maka seperti sebelumnya banyak anggota legislatif terlibat tindak pidana korupsi. "Kalau asal pilih maka calegnya banyak yang ngantuk dan tidak aspiratif untuk pemilih."katanya
Dia juga mengingatkan kepada para pemilih pemula usai mencoblos jangan langsung pulang kerumah, tapi diusahakan tetap di TPS dan perhatikan dan diawasi sampai perhitungan suara. Siapa tahu ada kecurangan. "Partisipasi masyarakat bukan hanya pencoblosan saja tapi mengawasi penyelenggaraan pemilu, dan mengawasi pemimpin yang masa datang."katanya
Agus dalam diskusi tersebut, juga menyinggung bahwa angka golput terus meningkat sejak pemilu 2004 hingga 2009. Namun demikian kata Agus, jika dibandingkan dengan negara lain tingkat golput belum tinggi. Tentunya kita berharap berupaya, partisipasi masyarakat dalam pemilu 2014 mencapai 75 persen.
Agus menambahkan jika Caleg yang pemilik media pemanfaatan medianya untuk Kampanye. Sebagai warga negara bisa memprotes ke KPID, tetapi pemilih harus menjadi pemilih cerdas, termasuk informasi yang disampaikan media massa. Itu harus disaring dan tidak langsung ditelan. "Kalau ada calon pemimpin yang baik sudah pasti tidak hanya muncul satu media saja tapi di banyak media. Jadi kalau ada calon pemimpin yang muncul di satu media itu perlu diragukan.
Sumber : http://kominfo.go.id






0 komentar:
Posting Komentar