usaha berhasil

Senin, 24 Maret 2014

Kesiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN



Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlaku efektif di akhir tahun 2015 menjadi kesempatan bagi Indonesia yang merupakan bagian dari anggota ASEAN, imbas dari itu semua  tentunya dapat mendorong kunjungan wisatawan mancanegara yang  berkunjung ke Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi MEA adalah harus adanya peningkatan aksebility, selain itu  kaitannya dengan penerbangan diharapkan dari segi transportasi lebih banyak direct flight untuk akses ke tempat-tempat destinasi wisata dan itu termasuk hubungannya dengan penerbangan maupun infrastrtuktur.
Dengan adanya pembukaan direct flight jumlah wisatawan dapat langsung meningkat contohnya Januari lalu dengan adanya pembukaan direct flight Perth-Bandara International Lombok (BIL) jumlah wisatawan meningkat 300%, dari sana terbukti bahwa betapa pentingnya infrastruktur.

Dari segi target wisatawan sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Pariwisata, diharapakan kita dapat mencapai 25 juta wisman di tahun 2025 “jadi itu target kedepan, sedangkan untuk target tahun ini 9,3 - 9,5 juta wisman dan semoga tahun depan dapat menembus 10 juta” ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu dalam acara Public Seminar and Soft Launching “The ASEAN Economic Community: A Work in Progress”, pada hari Selasa (18/3/2014) di Jakarta.

“Disamping itu dari segi kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA ternyata dinilai sudah cukup matang khususnya dari segi sektor pariwisata, dikarenakan sudah lamanya persiapan untuk menghadapi MEA baik itu dari segi Industri, SDM sudah sangat paham dan sudah memenuhi standar kompetensi. Namun yang harus diperhatikan oleh kita adalah hal yang berada diluar sektor pariwisata seperti infrastruktur, conectivitas, kesehatan, kebersihan, sehingga itu semua menjadi PR besar kita dalam mengahadapi MEA” ujar Mari menambahkan.

Selain itu untuk memudahkan kunjungan atau berwisata sesama ASEAN sudah diusahakan Fasilitas Common Visa yang nantinya jika wisatawan masuk melalui pintu salah satu Negara ASEAN maka dengan mudah tanpa menggunakan visa. Wisatawan dapat mengunjungi Indonesia dan  negara ASEAN yang lainnya melalui pintu Negara ASEAN lain seperti Singapura atau Bangkok, maka kita optimistis bahwa akan terjadi akselerasi pariwisata Indonesia.

Untuk kedepannya ASEAN mempunyai program ASEAN sebagai single destination sehingga ASEAN lah yang akan dipromosikan bukan Indonesia, Malaysia atau Negara ASEAN lainnya, akan tetapi anggota ASEAN tersebut menjadi bagian dari tempat destinasi yang akan dikunjungi oleh wisatawan nantinya. Sehingga ASEAN Common Visa menjadi hal yang penting untuk memudahkan wisatawan yang akan berkunjung. (Puskompublik)

Sumber: www.parekraf.go.id

0 komentar:

Posting Komentar

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA