Jakarta (Pinmas) – Menteri Agama Suryadharma Ali merasa prihatin dengan bencana di Tanah Air yang terjadi secara beruntun, mulai dari bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi, sampai erupsi gunung berapi. Namun, Menag yakin umat Islam sebagai mayoritas bangsa mampu mengatasi masalah dengan ilmu, ketrampilan, dan akhlak mulia.
“Kita prihatin dengan bencana alam di mana-mana, banjir, dan sebagainya. Kita berharap masalah dapat teratasi dengan baik,” kata Menag di hadapan ribuah jamaah yang hadir dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Taklim Al-‘Afaf pimpinan Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (30/1).
Menurut Menag, sebagai umat terbesar, tidak ada yang bisa menolong kecuali umat Islam sendiri. “Kita berharap umat ini menjadi umat yang berkualitas, mampu mengatasi persoalan dengan baik,” ujarnya.
Untuk itu, lanjutnya, umat harus memadukan antara ilmu pengetahuan dan akhlak mulia yang sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa Indonesia untuk lebih maju. “Umat harus memiliki ilmu dan ketrampilan serta akhlak yang mendalam,” pesan Menag.
Mengenai akhlak mulia, Menag berpesan bahwa umat Islam harus meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW. Menag mengingatkan bahwa misi kerasulan Rasulullah adalah menyempurnakan akhlak karimah. Persoalan utama yang sedang dihadapi bangsa Indonesia sekarang, salah satunya krisis akhlak, selain masalah kemiskinan.
Menag juga meminta masyarakat untuk tetap tabah dan bersabar dalam menghadapi cobaan dari Tuhan. Para korban diharapkan bertawakkal kepada Allah tanpa perlu menyalahkan siapa pun dalam kejadian musibah alam tersebut.
Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW juga diisi oleh penyampaian hikmah maulid yang disampaikan oleh para ulama dan habaib, antara lain: KH Abdurasyid Abdullah Syafii dan Habib Ali bin Abubakar Salim dari Hadramaut, Yaman Selatan. (ks/mkd/mkd)
Sumber : Kemenag
“Kita prihatin dengan bencana alam di mana-mana, banjir, dan sebagainya. Kita berharap masalah dapat teratasi dengan baik,” kata Menag di hadapan ribuah jamaah yang hadir dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Taklim Al-‘Afaf pimpinan Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (30/1).
Menurut Menag, sebagai umat terbesar, tidak ada yang bisa menolong kecuali umat Islam sendiri. “Kita berharap umat ini menjadi umat yang berkualitas, mampu mengatasi persoalan dengan baik,” ujarnya.
Untuk itu, lanjutnya, umat harus memadukan antara ilmu pengetahuan dan akhlak mulia yang sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa Indonesia untuk lebih maju. “Umat harus memiliki ilmu dan ketrampilan serta akhlak yang mendalam,” pesan Menag.
Mengenai akhlak mulia, Menag berpesan bahwa umat Islam harus meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW. Menag mengingatkan bahwa misi kerasulan Rasulullah adalah menyempurnakan akhlak karimah. Persoalan utama yang sedang dihadapi bangsa Indonesia sekarang, salah satunya krisis akhlak, selain masalah kemiskinan.
Menag juga meminta masyarakat untuk tetap tabah dan bersabar dalam menghadapi cobaan dari Tuhan. Para korban diharapkan bertawakkal kepada Allah tanpa perlu menyalahkan siapa pun dalam kejadian musibah alam tersebut.
Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW juga diisi oleh penyampaian hikmah maulid yang disampaikan oleh para ulama dan habaib, antara lain: KH Abdurasyid Abdullah Syafii dan Habib Ali bin Abubakar Salim dari Hadramaut, Yaman Selatan. (ks/mkd/mkd)
Sumber : Kemenag






0 komentar:
Posting Komentar