Senin, 06 Januari 2014
Pertemuan Tingkat Menteri ke-17 BIMP-EAGA
03.38.00
No comments
Manado – Pertemuan Tingkat Menteri ke-17 Brunei Darussalam – Indonesia – Malaysia - Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dan pertemuan terkait telah diselenggarakan pada tanggal 27-30 Nopember 2013 di Manado, Sulawesi Utara. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana memimpin pertemuan dimaksud.
BIMP-EAGA diluncurkan pada tahun 1994 di Davao City, Filipina, sebagai inisiatif kerja sama oleh empat negara untuk mempersempit kesenjangan pembangunan di seluruh dan di dalam kawasan BIMP-EAGA itu sendiri maupun dengan negara-negara ASEAN lainnya. BIMP-EAGA meliputi seluruh Kesultanan Brunei, dan daerah sub-regional dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
BIMP-EAGA adalah inisiatif berbasis pasar, dan beroperasi melalui struktur organisasi yang terdesentralisasi yang melibatkan pemerintah dan sector swasta. Tujuannya adalah untuk mempercepat pembangunan ekonomi di area fokus yang berada dalam jarak strategis satu sama lain, meskipun secara geografis jauh dari ibu kota.
Berdasarkan hasil KTT BIMP-EAGA ke-9 yang diselenggarakan di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 25 April 2013, para Kepala Negara menugaskan para menterinya untuk meninjau kemajuan kerjasama dan memberikan arahan lebih lanjut dalam mengejar visi bersama membangun BIMP-EAGA sebagai daerah lumbung pangan dan tujuan ekowisata melalui peningkatan konektivitas untuk perdagangan dan investasi, dengan memastikan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Para Kepala Negara juga menegaskan pentingnya kerjasama ekonomi sub-regional BIMP-EAGA sebagai strategi dalam mendukung terwujudnya Komunitas ASEAN 2015.
Para menteri tersebut bersama-sama mengkoordinasikan dan melaksanakan proyek-proyek prioritas BIMP-EAGA dalam Implementation Blueprint (IB) 2012-2016 yang disahkan pada KTT BIMP-EAGA ke-8 tahun 2012.
Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana menyoroti pentingnya memiliki kerjasama strategis BIMP-EAGA. Dari waktu ke waktu BIMP-EAGA telah jelas menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam perdagangan dan investasi serta pariwisata. Untuk periode 2009-201, nilai total perdagangan di sub-regional EAGA tumbuh signifikan sebesar 72% dari 80 miliar USD pada tahun 2009 menjadi 138milliar USD pada tahun 2011. Total perdagangan EAGA selama periode ini menyumbang sekitar seperlima atau 20% dari perdagangan gabungan dari negara-negara anggota dengan Negara tetangga. Malaysia dan Indonesia bersama-sama memberikan kontribusi 8% dari total perdagangan pada tahun 2011.
Para menteri menyetujui Kerangka Acuan Kerja bagi setiap Cluster sebagai sarana untuk memperkuat mekanisme kelembagaan yang akan menjamin pelaksanaan yang efektif dan sukses dari strategi, kebijakan dan proyek-proyek dari Implementation Blueprint 2012-2016. Para menteri menegaskan kembali kebutuhan untuk pelaksanaan yang efektif dan tepat waktu dari Implementation Blue print dan dengan demikian menugaskan pejabat senior, kelompok dan kelompok kerja untuk mempercepat bekerja pada proyek-proyek prioritas dan menerapkannya sesuai dengan timeline, termasuk integrasi mereka pada kebijakan dan program nasional.
Para menteri menyoroti peran sector swasta yang dianggap sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi, sementara pemerintah menciptakan kebijakan sebagai katalis untuk menarik keterlibatan masyarakat dalam kegiatan bisnis BIMP-EAGA. Para menteri sepakat untuk mengeksplorasi pendekatan kreatif untuk meningkatkan partisipasi sector swasta melalui serangkaian hosting forum yang menampung dan menyampaikan aspirasi dari sector bisnis untuk memenuhi kegiatan BIMP-EAGA.
Sumber: Pusat Kerjasama Luar Negeri - Sekjen Kementan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar