usaha berhasil

Senin, 06 Januari 2014

Kemenpera Tuntaskan Rumah Kumuh di Sekitar Makam Gus Dur

JOMBANG - Kementerian Perumahan Rakyat telah membuktikan bahwa pemerintah sangat serius memperhatikan kondisi masyarakat Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Terutama mereka yang tinggal di sekitar Makam mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Kecamatan Diwek, Jombang. Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz menepis anggapan bahwa pmerintah tidak berbuat apa-apa terhadap masyarakat Kabupaten Jombang. Padahal, sudah ada 1000 lebih pembangunan rumah tidak layak huni menjadi layak huni se-Kabupaten Jombang melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Djan mengatakan, Gus Dur telah membawa manfaat untuk kebaikan masyarakat Jombang. “Di tahun 2013 Kabupaten Jombang telah bebas dari rumah tidak layak huni. Program tuntas pembangunan rumah swadaya di Kabupaten Jombang telah berhasil,” tandasnya saat meresmikan Pprogram Bedah Rumah BSPS di Dusun Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jumat (3/1). Program tuntas rumah tidak layak huni di Kabupaten Jombang, terutama di Dusun Keras, Diwek, mendapat dukungan penuh dari adik kandung Gus Dur, Solahudin Wahid atau Gus Sholah. “Program ini sangat bagus. Ada proses sharing antara masyarakat dengan pemerintah. Program menjadi sarana dalam melestarikan budaya saling membantu antarwarga masyarakat. Yang mampu membantu yang tidak mampu,” ujar Gus Sholah saat menyambangi rumah Tasminah, seorang buruh tani di Dusun Keras RT 03 RW 02, Diwek, Jombang. Gus Sholah berharap, program ini terus berlanjut. “Masih banyak yang perlu mendapatkan bantuan seperti ini. Dengan rumah yang layak otomatis meningkatkan kualitas hidup msyarakat menjadi lebih sejahtera,” jelasnya. Suhadi, warga Dusun Keras, Diwek, mengaku senang dengan bantuan yang diberikan pemerintah. Rumahnya yang semula reot hampIr rubuh, dalam waktu 3 bulan menjadi bagus. “Bantuannya memang masih kurang. Tapi karena dibantu masyarakat yang lain, rumah saya jadi bagus. Di sini masyaraat bergotong royong membangunkan rumah saya,” papar Suhadi. Suhadi juga mengaku tidak terlalu sulit dalam mengajukan permohonan BSPS. “Ada petugas desa yang membantu proses yang dimulai dari pendataan sampai pencairan uang di bank. “Didampingi terus sama tim pendamping masyarakat. Sehingga semua berjalan dengan baik. Saya berterima kasih kepada warga masyarakat, tim yang telah membantu saya selama berbulan-bulan, kepada Bupati dan pak Menteri yang perhatian terhadap kami,” katanya. Soal Program Bedah Rumah di sekitar makam Gus Dur, di Kecamatan Diwek, pembangunannya dimulai dari tahun 2012 sebanyak 43 unit. Jumlah nilai bantuan per rumah Rp 6 jt, Total Rp 258 juta tersebar di 4 desa. Tahun 2013 sebanyak 489 unit. Nilai bantuan per rumah naik menjadi Rp 7.5 juta. Total bantuan mencapai Rp 3,67 miliar, tersebar di 19 desa. Tahun 2014 sebanyak 80 unit dengan nilai bantuan per rumah Rp 7,5 jt, Total Rp 600 juta. Untuk bedah rumah, hingga 2014 mencapai 612 unit dengan total mencapai Rp. 4,528 miliar. “Ini hanya di kecamatan Diwek saja,” ujar Djan Faridz. Selain di sekitar makam Gus Dur, Kemenpera juga melakukan Bedah Rumah di seluruh Kabupaten Jombang dengan perincian sebagai berikut : Tahun 2012 sebanyak 817 unit, nilai per rumah Rp 6 jt, Total pembangunan senilai Rp 4,9 M tersebar di 6 kecamatan dan 34 desa. Tahun 2013 sebanyak 1035 unit, nilai per rumah Rp 7,5 jt, Total Rp 7,12 miliar, tersebar di 6 kecamatan di 19 desa. Tahun 2014 direncanakan akan dibangun 750 unit rumah dengan nilai per rumah Rp 7,5 juta, Total anggarannya mencapai Rp 5,625 miliar. Totalnya sebanyak 2602 unit mencapai nilai Rp. 17,645 miliar. “Total keseluruhan Bantuan di Kabupaten Jombang sejak 2012, 2013, 2014 mencapai Rp. 46,585 miliar. Jadi ini bukti bahwa pemerintahan SBY sangat memperhatikan pembangunan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur,” tepis Djan saat disinggung adanya demo yang menolak kedatangan Presiden SBY saat Haul Gus Dur karena dianggap kedatangannya tidak memberi manfaat bagi warga Jombang. Tak hanya masyarakat miskin, dunia pendidikan pesantren pun tak luput dari perhatian pemerintah. Kemenpera juga telah membantu pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) untuk asrama Ponpes. “2014 akan dibangun asrama untuk pondok pesantren Tebu Ireng. Kita bangunkan juga MCK yang layak di sekitar makam Gus Dur di Kecamatan Diwek. Termasuk pembangunan MCK komunal di luar kecamatan tersebut,” paparnya. Di tahun anggaran 2012 dibangun Rusunawa Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo, Diwek sebanyak 1 Twin Blok dengan banguna 3 lantai. Rusunawa ini dapat menampung 300 santri. Nilai pembangunannya mencapai Rp 5,885 M. Kemudian pembangunan Rusunawa Pondok Pesantren Bahrul Ulum,Tambak Beras sebanyak 1 twin blok dengan bangunan 2 lantai dan kapasitas 224 Santri seniai Rp 3,873 milyar. Dilanjutkan pembangunan Rusunawa Pondok Pesantren Al Hikmah, Tambak Beras 1 twinblok dengan 3 lantai dan kapasitas 300 Santri senilai Rp. 5,461 miliar. “Jumlah bantuan keseluruhan sebanyak 15,219 milyar rupiah. Di tahun anggaran 2013 Kemenpera telah membangukan Rusunawa Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif, Badri 1 twinblok 2 lantai dengan kapasitas 224 Santri senilai Rp 2,987 miliar. Total keseluruhan senilai Rp. 2,987 M. Rencana di tahun anggaran 2014, Kemenpera akan membangunkan Rusunawa Pondok Pesantren Tebu Ireng, Diwek, Jombang dengan 1 twinblok dengan 2 lantai dan kapasitas 352 santri senilai Rp 5 miliar. Total dari 2012, 2013, 2014 mencapai Rp. 23,206 miliar. Djan mengungkapkan, di tahun 2013 ini program bantuan Mandi Cuci Kakus (MCK) Komunal untuk pondok pesantren dan kawasan kumuh di Jombang berupa pembangunan 2 unit MCK senilai Rp 210 juta tersebar di Ponpes Bahrul Ulum Al Hamidyah, Tambak Beras senilai Rp.105 juta per unit dan Ponpes Al Falah Kecamatan Perak senilai Rp.105 juta per unit. “Di tahun 2014 akan di bangun 2 unit MCK di Ponpes Tebuireng, Kecamtan Diwek dengan perkiraan harga per unitnya Rp 105 juta. Total 4 unit senilai Rp 420 juta,” terangnya. Selain bantuan MCK, Kemenpera juga membangunkan fasilitas jalan lingkungan dan saluran air hujan untuk perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di The Metro Graha,Tunggorono, Kabupaten .Jombang sebanyak 185 unit dengan nilai Rp. 4,25 juta per unitnya. Totalnya sebanyak 185 unit rumah senilai Rp. 786 juta. Diposting oleh Humas Sumber : Kemenpera

0 komentar:

Posting Komentar

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA