Jumat, 24/01/2014 - 11:45
Jakarta, Kemdikbud – Tujuan dari adanya Akademi Komunitas (AK) adalah ingin memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak bangsa untuk bisa mengikuti pendidikan tinggi. Oleh karena itu, spektrum pendidikan tinggi diperlebar tidak hanya S1. Karena ada anak didik yang mau cepat bekerja, tetapi tetap mau mengenyam pendidikan tinggi, tapi waktunya tidak lama.
Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama, Ditjen Pendidikan Tinggi, Hermawan Kresno Dipojono, mengatakan, terdapat politeknik yang menekankan pada kompetensi tetapi memerlukan pendidikan selama 3 tahun, lalu kita perlebar jenis pendidikan lainnya yaitu akademi komunitas yang lama pendidikan 1 atau 2 tahun saja. "AK merupakan suatu proses dari pendidikan tinggi yang diberikan ijasah oleh negara, lama pendidikan 1 atau 2 tahun, dan pembiayaannya akan lebih murah karena waktunya pendek, dan siap bekerja," katanya, Selasa (21/01/2014), di Jakarta.
Hermawan mengatakan, AK memiliki muatan lokal yang cukup besar dengan jenis kompetensi yang ditawarkan erat hubungannya dengan muatan lokal. Diharapkan, nantinya mereka dapat terserap oleh kebutuhan lokal dan dapat memberikan manfaat untuk ekonomi lokal.
Hal tersebut sesuai dengan konsep AK pada Permendikbud No. 48 Tahun 2013 Bab I Pasal 3, bahwa Akademi Komunitas berbasis keunggulan lokal, berbasis kompetensi dalam mengembangkan kewirausahaan, fleksibilitas dan dinamika program studi, modular dan alih kredit, keterampilan personal dan sosial, serta pembelajaran sepanjang hayat.
Persiapan konsep pendirian AK sudah dilakukan sejak tahun 2011. Proses seleksi tahun pertama dilakukan pada tahun 2012 yang pada saat itu sebanyak 35 AK negeri didirikan, dilanjutkan pada tahun 2013 terdapat 27 AK. Target sampai dengan tahun 2015 di harapkan AK dapat terbentuk sebanyak 269 lembaga.
Dalam mencapai target tersebut, tahun 2014 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengajak sektor swasta untuk dapat berpartisipasi dalam pendirian Akademi Komunitas Swasta. “Tahun ke tiga ini swasta sudah lebih banyak terlibat, karena pada dasarnya pemikiran untuk menyejahterakan masyarakat juga menjadi pemikiran kita bersama.” katanya.
Hermawan mengharapkan, dengan merangkul swasta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan semakin banyak anak-anak muda dapat mengenyam pendidikan serta memiliki kompetensi yang berdaya guna bagi dirinya dan juga masyarakat. "Ini juga dapat meningkatkan produktivitas, secara tidak langsung untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi.” katanya. (Seno Hartono)
Sumber : Kemendiknas






0 komentar:
Posting Komentar