Menpora Roy Suryo menerima pin dari Presiden Komite Perdamaian Dunia (World Peace Committee/WPC), Djuyoto Suntani hari Jumat (30/1) sore. (foto: bagus/kemenpora.go.id)
Pertemuan tersebut untuk membicarakan masalah Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Konferensi Perdamaian Dunia di Bali, Juli mendatang. Djuyoto Suntani menjelaskan, dalam konferensi ini akan hadir para kepala atau perwakilan kepala negara. Dialog juga dilakukan dengan media teleconferenceuntuk kepala negara yang berhalangan hadir. Menurutnya, ada tiga tujuan yang ingin dicapai dari konferensi ini, yaitu menciptakan bahasa dunia, etika dunia, dan hari raya umat manusia sedunia. Semua digelar untuk mewujudkan perdamaian di muka bumi.
"Karena belum pernah ada bahasa dunia dan kita merasa perlu ada bahasa dunia. Nah, pada konferensi nanti sifatnya mendekelarasikan, makanya ada komite bahasa," kata Suntani.
Sementara itu, mengenai etika dunia, perlu dirumuskan dan disepakati secara bersama. Sebab selama ribuan tahun dunia tidak memiliki etika yang disepakati bersama. Tak adanya etika dunia, dianggap sebagai pemicu konflik, bahkan perang antarnegara."Kalau ada etika, maka dunia akan harmonis. Kita hidup cuma sekali, harus punya peradaban yang beretika," ujar dia. Konferensi itu juga akan dideklarasikan Hari Raya Umat Manusia Sedunia. Hari raya itu nantinya dapat dijadikan waktu untuk bersama-sama merenung, mewujudkan, dan mempertahankan perdamaian.
Menanggapi rencana tersebut Menpora Roy Suryo sangat mendukung penuh kegiatan tersebut, untuk lebih mengarah dalam bidang pemuda, maka Menpora meminta bisa disinergikan kegiatan pemuda dalam acara tersebut. "Saya dukung dan memberika apresiasi terhadap kegiatan ini, hanya biara rana pemuda nya ada, saya harap ada kegiatan pemuda dalam rangkaian acara tersebut," kata Menpora. (amr)
Sumber : Kemenpora






0 komentar:
Posting Komentar