Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengembangkan rumah murah dengan teknologi inovatif untuk mewujudkan tempat tinggal yang murah dan terjangkau, Selain bangunan yang memiliki daya tahan lebih lama dan pembangunannya yang lebih cepat, juga sebagai upaya memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.
"Jenis rumah itu adalah Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan Rumah Kayu Instan (RIKA), keduanya dapat dibangun hanya dalam waktu tujuh hari," jelas Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puskim) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Anita Firmanti kepada wartawan pada International Seminar on Innovation in Technology and Policy for Affordable Housing di Medan, (10/12),
Anita mengatakan saat ini Puskim memasukkan teknologi perumahan yang reliable melalui teknologi cepat, baik dan rumah “Sudah tahap deliver, diseminasI, kami bangun rumah contoh lalu kerja sama dengan Pemerintah Daerah, APERSI dan Perumnas.
Konstruksi rumah RISHA yang berbasis beton bertulang dan RIKA yang berbasis kayu olahan laminasi dan berlapis ini memiliki keunggulan masing-masing dan ramah lingkungan.Tipe kedua rumah tersebut sudah dikembangkan sejak tahun 2012 tersebut, telah dibangun di beberapa daerah di Indonesia seperti sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.
“Untuk tipe 36, kami kembangkan dengan harga sebesar Rp 50 juta, dengan target bagi masyarakat berpenghasilan rendah, “Di Sumut, rumah contoh tersebut ada di kawasan Perumahan Martubung sebanyak 10 unit, 5 unit RIKA dan 5 unit RISHA,” tuturnya.
Ditargetkan pada 2014 mendatang kedua jenis rumah ini akan dibangun di seluruh kota di Indonesia. Hingga saat ini, terdapat 67 perusahaan aplikator yang mengembangkan kedua rumah jenis tersebut.
Asisten Deputi Kerja sama Pembiayaan dan Investasi Kementerian Perumahan Rakyat, Rifaid M Nur mengatakan pihaknya sendiri menargetkan akan membangun 250.000 rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada 2014. "Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2013, yakni sebanyak 121 ribu unit," katanya.
Dalam seminar tersebut Rifaid mengatakan program rumah murah masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan mampu membeli tempat tinggal dengan cicilan dan uang muka lebih ringan.
Namun, Anita mengungkapkan dukungan perbankan pembangunan teknologi rumah masih belum mudah,”Sulit meyakinkan bank untuk bekerja sama memberikan pinjaman untuk rumah ini, Kami berusaha buktikan kepada pihak bank kalau inovasi dan teknologi yang kami aplikasikan terbukti membuat rumah tahan gempa dan mampu bertahan hingga 20 tahun," ujar Anita.
Kepala Pusat Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bambang Subiyanto menuturkan meski demikian terdapat ada satu bank nasional yang mencoba mendekati pihaknya.
"Pihak bank nasional itu bersedia memberikan kucuran kredit bagi pembangunan perumahan yang menggunakan teknologi kami, dengan catatan itu meminta semacam jaminan keberlanjutan teknologi dan inovasi rumah murah itu dari LIPI,” jelasnya.
Konsep RIKA dan RISHA yang dibangun oleh Puskim selain dengan inovasi teknologi material murah juga turut mengenalkan teknologi sanitasi bagi rumah yang memiliki luas tanah terbatas, yaitu bio kontraktor (menggunakan tangki FRP). "Karena itu, kita memperkenalkannya bukan dari bangunan rumahnya saja, tapi juga sanitasinya, kita ingin meningkatkan pembangunan rumah yang sehat," ujarnya (dnd)
Sumber..
|






0 komentar:
Posting Komentar