Presiden mengharapkan pemerintahan selanjutnya bisa melanjutkan dan mengembangkan peran Indonesia di forum internasional lebih baik lagi sebagai bagian dari melindungi dan menjalankan kepentingan nasional.
"Saya berharap pemerintahan mendatang melanjutkan apa yang telah kita lakukan. Di ASEAN, Asia Timur dan dunia dalam konteks G20 dan Perserikaan Bangsa-Bangsa," kata Presiden.
Menurut Kepala Negara, peluang selalu ada, masalah datang dan pergi, tidak ada negara yang merasa aman dan setiap saat tidak mengalami gejolak bahkan krisis. “Karena itu kita harus aktif bersama sahabat kita sambil mengelola permasalahan di negeri kita, insya allah masalah yang kita hadapi ada solusinya,” tutur SBY.
Vision Statemen
Mengenai hasil KTT ASEAN-Jepang, Presiden SBY mengatakan, pemimpin negara-negara anggota ASEAN dan Jepang sepakat untuk mengadopsi Vision Statement on ASEAN-Japan Friendship and Cooperation atau Tokyo Vision.
Ia menyebutkan, ada empat bagian dalam Vision Statement on ASEAN-Japan Friendship and Cooperation, yaitu partner for peace and stability, partner for prosperity, partner for quality of life, dan heart to heart partner.
"Kita ingin kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur ini dalam keadaan aman, stabil, dan damai. Kalau ada ketegangan, selesaikan secara damai. Cegahlah penggunaan kekuatan militer, patuhilah hukum-hukum internasional, utamakan konsultasi dan dialog," terang Presiden SBY.
Jepang dan ASEAN, kata Kepala Negara, sepakat untuk meningkatkan kerja sama menghadapi ancaman keamanan yang tidak tradisional, yang dalam dunia militer disebut military operation other than war. Kerja sama meliputi pasukan perdamaian, penanganan bencana, mengatasi kejahatan transnasional, terorisme dan sebagainya.
"Itu sudah kita laksanakan, tapi kita sepakat untuk ditingkatkan lagi, apalagi kondisi Asia Timur menghangat dan panas, sementara sementara Laut Tiongkok Selatan belum bisa dikatakan teduh," lanjut Presiden SBY.
Saat memberikan keterangan pers itu, Presiden SBY didampingi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menlu Marty Natalegawa, Seskab Dipo Alam, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Perindustrian MS. Hidayat, dan Kepala BKPM Mahendra Siregra. (AOS/ES)






0 komentar:
Posting Komentar