Jakarta (Pinmas)
Hal ini disampaikan oleh Sayyed Fuad Zakaria selaku pimpinan Rapat Kerja Komisi VIII dengan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perhubungan, dalam pembahasan kesimpulan hasil rapat kerja, Senayan, Jakarta, Selasa (17/12).
Hadir dalam kesempatan raker ini Ketua Komisi VIII DPR RI Ida Fauziah, Menteri Agama Suryadharma Ali, Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bekti, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimnyu, para pejabat eselon II Ditjen PHU, Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Zubaidi, serta para pejabat di lingkungan Kemenkes dan Kemenhub.
Rapat Kerja kali ini mengagendakan pembahasan mengenai Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1434H/2013M. Mengawali paparannya, Menag menyampaikan bahwa akibat pemotongan 20%, kuota haji Indonesia menjadi 168.800 dengan capaian keterserapan mencapai 99,59% (168.110 jamaah).
“Sisa kuota sebanyak 690 orang merupakan jamaah batal berangkat pada masa pemberangkatan yang disebabkan antara lain: meninggal dunia, menunda keberangkatan karena suami/istri wafat, sakit, dinas, dan alasan lainnya,” terang Menag.
Terkait transportasi penerbangan, Menag menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan ibadah haji 1434H/2013M terjadi kenaikan On Time Performance (OTP), baik maskapai Garuda Indonesia (94,1%) maupaun Saudi Airlines (91.2%). Sebelumnya, OTP Garuda Indonesia adalah 93,6%, sedang Saudi Airlines 91,0%.
Meski terjadi kenaikan, Menag menegaskan bahwa untuk kebijakan penyelenggaraan haji tahun 2014 adalah meningkatkan pengawasan OTP, pelayanan di embarkasi/ debarkasi, efisiensi biaya penerbangan dan regulasi untuk pesawat berbadan lebar untuk mengurangi KLOTER dan Jumlah Hari di Arab Saudi.
Hal lain yang dibahas dalam kesempatan raker ini adalah menyangkut perbaikan substansi pembinaan jamaah dan penyuluhan petugas haji, pelayanan pemondokan di Makkah, katering, upgrade transportasi di Arab Saudi, pelayanan kesehatan, serta pelayanan di Armina. Menurut Menag, secara umum semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang direncanakan.
Menag juga mengakui bahwa pada penyelenggaraan ibadah haji 1434H/2013M, masih terjadi kasus kriminalitas berupa pencurian di Makkah yang berkedok petugas haji, dilakukan dengan pendekatan kedaerahan, bahkan pemerasan yang dilakukan oleh joki dan kasus pembiusan. “Kejadian kehilangan, pencurian, kriminalitas, dan kejahatan tersebut dapat diatasi sehingga menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Menag.
Beberapa upaya, lanjut Menag, yang telah dilakukan untuk meningkatkan keamanan jamaah antara lain: meminta penggantian kehilangan uang/barang di hotel/pemondokan; membentuk Sektor Khusus pada Daker Makkah di lokasi Masjidil Haram; menambah jumlah petugas haji di sektor khusus yang awalnya 21 personil menjadi 41 personil, serta ditambah lagi dengan petugas dari Daker Madinah; membentuk sistem informasi pengendalian petugas dan jamaah haji melalui SMS–BLAST dan BRAVO, serta membentuk pelayanan perbankan dengan penyimpanan uang melalui kartu debit.
Komisi VIII DPR RI pun memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan ibadah haji 1434H/2013M ini. Bahkan, tidak sedikit dari anggota Komisi VIII yang menyampaikan apresiasinya secara langsung dalam kesempatan rapat kerja ini.
Berikut ini beberapa kutipan apresiasi yang disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI atas suksesnya penyelenggaraan ibadah haji 1434H/2013M:
“Saya sangat menghargai dan memberikan apresaisi yang sungguh-sungguh bahwa Menag dan Dirjen PHU telah sungguh-sungguh menerima saran-saran kami dalam rapat bersama, baik sebelum maupun selama pelaksanaan haji di Arab Saudi.” (Busyro)
“Saya mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji 1434H/2013M karena progresifitasnya cukup positif.” (Inggrid Kansil)
“Secara garis besar, terus terang pelaksanaan ibadah haji ini saya secara pribadi menilai sudah cukup bagus.” (Abdul Aziz Suseno)
“Kita salut bahwa apa yang sudah dikerjakan Kementerian Agama sudah menghasilkan WTP. Bahkan kalau bisa, WTP nya itu Wajar Tanpa Pemeriksaan.” (Adang)
“Saya mengapreisasi atas apa yang sudah dilakukan oleh Kemenag, Kemenkes dan Kemenhub atas kinerja yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Saya kira ini adalah upaya yang sangat serius dan patut diapresiasi oleh masyarakat atas kinerja yang dilakukan oleh Menag dan seluruh jajarannya.” (Ace Hasan)
“Saya sampaikan apresiasi yang sebaik-baiknya. Penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mungkin pendorongnya karena pengurangan jamaah 20% sehingga semua jamaah hampir puas. Sehingga terpikir untuk tidak ditambah lagi. Tapi antrian menjadi bertambah panjang.” (Asep Mausul)
“Dari tahun ke tahun selalu ada perbaikan, meski masih ada hal yang perlu disempurnakan.” (Gondo)
“Saya memberikan apresiasi atas segala kerja keras yang sudah dilakukan sehingga penyelenggaraan haji tahun ini jauh lebih baik dari sebelumnya.” (Lidya)
“Peningkatan pelayanan sebagaimana dijanjikan oleh Pak Dirjen alhamdulillah sudah terlaksana. Hanya, masalah keamanan perlu ditingkatkan lagi sehingga masalah kriminalitas bisa diminimalisir.” (Khumaidi)
“Secara objektif pelaksanaan ibadah haji tahun ini cukup baik dibandingkan tahun lalu. Tidak hanya komisi VIII sebagai tim pengawas, hasil dari dialog saya dengan beberapa jamaah dan KBIH, umumnya mereka mengatakan pelaksanan ibadah haji tahun ini sukses, aman, tertib, sejuk dan damai. Jadi jujur saja, bahwa sukses ibadah haji ini juga sukses kita bersama, sukses Kemenag, Kemenkes, Kemenhub, semua stakeholder, dan sukses Komisi VIII.” (Azrul Azwar)
Meski memberikan apresiasi atas sukses penyelenggaraan ibadah haji 1434H/2013M, komisi VIII DPR RI tetap mengharapkan Pemerintah RI terus berupaya meningkatkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji pada masa yang akan datang sehingga terwujud penyelenggaraan ibadah haji yang berkeadilan, professional, akuntable, bermartabat, serta mengedepankan kepentingan jamaah. (mkd/mkd)
Sumber : Kemenag






0 komentar:
Posting Komentar