Jum'at, 06 Desember 2013 | 21:58 WIB
Indonesia menyambut tawaran pihak Rusia yang berniat menjual kapal selam Kilo Class. Kapal selam itu sangat krusial untuk menjaga tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).
"Kita lihat betapa pentingnya untuk membangun armada kapal selam besar-besaran," ujar Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, usai rapat bersama Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia dan Kepala Staf Angkatan Laut di kantornya, Jakarta (6/12).
Namun, Kemenhan belum memastikan apakah kapal selam yang akan dibeli bekas atau baru. "Ada dua pilihan. Pilihan pertama ada kilo class yang sudah dimodernisasi, opsi kedua membangun yang baru," jelasnya.
Untuk menentukannya, Indonesia akan mengirim Tim Angkatan Laut ke Rusia untuk melihat kapal selam secara fisik. "Mereka juga akan melihat spesifikasi teknis yang diperlukan, kelengkapan dan berbedaannya seperti apa antara yang baru dan lama karena ini berujung pada cost," imbuh Purnomo.
Saat ini, Indonesia baru memiliki dua unit kapal selam buatan Jerman. Jumlah tersebut masih jauh di bawah ideal, yaitu 12 unit kapal selam untuk melindungi dua per tiga wilayah perairan Indonesia. (Lulu Hanifah)






0 komentar:
Posting Komentar