Jakarta (Pinmas) —- Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama akan mengadakan Apresiasi Pendidikan Islam (API)
2013. Kegiatan ini untuk mengapresiasi pengabdian para pendidik, tokoh
pendidik, prestasi peserta didik dan pemerintah daerah yang peduli
dengan pendidikan Islam.
“Ini salah satu dari kegiatan dalam
mengapresiasi pendidikan di Indonesia,” kata Sekretaris Dirjen Pendis
(Sesditjen) Kamaruddin Amin kepada pers di Jakarta, Rabu (11/12).
Menurut Sesditjen, Apresiasi Pendidikan Islam merupakan program tahunan
yang diselenggarakan Kemenag, sampai sekarang sudah pelaksanaan yang
keenam.
Dengan penyelenggaraan API
diharapkan pendidikan Islam ke depan semakin baik. Apalagi peranserta
pendidikan Islam mencapai 20 persen dalam pendidikan di Indonesia. Peran
itu mulai dari Raudhatul Athfal sebanyak 25 ribu lembaga dengan 1 juta
peserta didik, ada 8 juta siswa madrasah dari Madrasah Ibtidaiyah sampai
Aliyah, di Perguruan Tinggi meliputi 720 ribu mahasiswa, ada 76 ribu
lembaga diniyah takmiliyah dengan 4,2 juta peserta didik serta 27 ribu
pesantren meliputi 4 juta santri.
Amin mengatakan, API
merupakan kegiatan untuk mengapresiasi pengabdian para pendidik dan
tokoh pendidikan, prestasi peserta didik, serta Pemerintah Daerah yang
peduli dan komitmen terhadap peningkatan mutu, akses, dan daya saing. API
diselenggarakan untuk memberikan penghargaan atas prestasi pendidik dan
tokoh pendidikan, serta memotivasi untuk terus berprestasi.
Selain
apresiasi ini, kata Komaruddin, pihaknya juga berupaya mendorong agar
anggaran pendidikan di Kemenag ditingkatkan sesuai dengan proporsinya.
“Dengan peran kita sekarang mencapai 20 persen, kita berupaya agar
anggaran pendidikan naik. Saat ini anggaran baru 8-9 persen atau
sebanyak Rp 40 trilyun. Kita berjuang untuk dapat anggaran proposional
bekerjasama dengan lembaga internasional,” jelasnya.
Kegiatan API
dijadwalkan digelar pada Jumat, 13 Desember mendatang di sebuah hotel
di Jakarta. Acara ini disemarakkan dengan penampilan Band D’Masiv serta
qori cilik juara Pentas PAI nasional, dan
marawis. “Kami mendukung acara ini, semoga lahir orang-orang berbudi
luhur, cerdas dan memajukan bangsa Indonesia,” ucap Ryan Ekki Pradipta
personil grup band D’Masiv.
Ryan menambahkan, pada penampilan
nanti akan membawakan lagu-lagu religius seperti lagu ‘Jangan Menyerah’,
‘Damai’, dan ‘Mohon Ampun Aku’,
Sesditjen Kamaruddin Amin
menambahkan, mulai tahun depan (2014), pelaksanaan Ujian Nasional (UN)
bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah dihapus. Pelaksanaan ujian tahap akhir
bagi siswa MI diganti dengan Ujian Madrasah. (ks/mkd/mkd)






0 komentar:
Posting Komentar