Dalam rangka mendukung Program Indonesia Terang yang digagas Pemerintah,
PT Pertamina (Persero) berkomitmen untuk membantu menerangi
wilayah-wilayah Indonesia yang masih rendah rasio elektrifikasinya
dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 1.000
mega watt (MW). Komitmen Pertamina tersebut diutarakan Menteri ESDM,
Sudirman Said dalam konferensi pers usai Pertemuan Pemimpin EBTKE, di
Bandung, Sabtu (5/3).
"Komitmen Pertamina ini akan sangat
membantu untuk memperkuat usaha-usaha untuk membangun energi baru
terbarukan di wilayah-wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia
Timur yang masih banyak belum terlistriki dan terisolir," ujar Sudirman.
Dalam
waktu dekat, Pertamina juga akan menandatangani perjanjian kerjasama
dengan PT PLN (Persero) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya
(PLTS) sebesar 50 MW di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Provinsi
Nusa Tenggara Barat.
“Kerja sama ini suatu terobosan besar
karena 50 MW adalah cukup besar sekali dan saya kira lahannya sudah
disiapkan. Pertamina siap investasi dan PLN membeli. Apabila nanti ada
gap kita akan turun tangan meyakinkan program ini berjalan,” lanjut
Sudirman.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Sucipto
membenarkan bahwa Pertamina akan membangun PLTS sebesar 50 MW di
Mandalika. “Pertamina telah sepakat mengembangkan Pembangkit Listrik
Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 50 MW di Mandalika, Lombok Nusa
Tenggara,” ujar Dwi.
Dwi menambahkan, saat ini Pertamina
diidentikan dengan perusahaan yang bergerak dibidang minyak dan gas bumi
dan untuk jangka panjang tidak akan bisa dipertahankan. Masa depan
energi bukanlah minyak dan gas bumi melainkan energi baru terbarukan,
karena itu Pertamina akan serius mengembangkan energi baru terbarukan.
“Pertamina
siap untuk mengembangkan program 1.000 MW berbasis energi baru
terbarukan dalam lima tahun kedepan dan ini diperkirakan total kps-nya
sekitar USD 2 milyar,” tambah Dwi.
Selain itu, Pertamina juga
akan bekerjasama dengan PT EMI untuk melakukan audit energi dan hasil
audit energi ini akan menjadi baseline program konservasi Pertamina
kedepan dalam mengelola energi lebih efisien.
sumber: www.esdm.go.id
Minggu, 06 Maret 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar