KBRI
Seoul telah memastikan Kantor Urusan Konsuler RI (KUKRI) di Busan akan segera
ditutup, penutupan direncakan akan dilakukan pada 31 Maret mendatang.
Namun, warga Indonesia di Busan tidak perlu khawatir karena sebagai
gantinya akan segera dibentuk beberapa distrik pelayanan bagi 40
ribuan warga Indonesia.
Menurut
Dubes RI, John A Prasetio, penutupan Kantor Urusan Konsuler RI di
Busan sudah mendapatkan izin Jakarta. Dengan diterapkannnya konsep
SIMKIM dalam urusan keimigrasian, maka pengisian formulir imigrasi
dilakukan secara online.
"Ini
semata-mata tuntutan keadaan demi efisiensi, penutupan ini bersifat
sementara namun dalam jangka waktu yang tidak terbatas," ujar
Dubes John A Prasetio.
Untuk
urusan perlindungan WNI, KBRI akan membagi wilayah Korea Selatan
menjadi 13 distrik perlindungan. Nantinya, tiap distrik akan ditunjuk
warga sebagai "Kepala RT" untuk selalu berkomunikasi dengan
KBRI Seoul. Bahkan koordinasi juga dilakukan dengan 48 Masjid dan
Musholla, 18 Gereja dan sekitar 80-an paguyuban masyarakat Indonesia.
"Selain
itu, staf KBRI akan blusukan agar secara periodik, pro aktif
menyambangi warga Indonesia. Jadi Insya Allah semua akan aman
tekendali," imbuh Dubes.
Saat
ini, terdapat 40 ribuan TKI yang bekerja di pabrik-pabrik di seantero
Korea Selatan, tenaga kerja Indonesia di sana dikenal sebagai pekerja
keras dan banyak mendapat apresiasi. Selain itu, ada juga 2000-an
mahasiswa asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di berbagai
institusi pendidikan di Korea Selatan.







0 komentar:
Posting Komentar