Menpora Imam Nahrawi beserta istri Shobibah Rohmah selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenpora, hadir dalam acara Menyambut Hari Kartini ke-136 pada Kamis (16/4) pagi di Aula Wisma Kemenpora.(foto:bagus/kemenpora.go.id)
Jakarta: Menpora Imam Nahrawi beserta istri Shobibah Rohmah selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenpora, hadir dalam acara Menyambut Hari Kartini ke-136 pada Kamis (16/4) pagi di Aula Wisma Menpora. Tema yang diusung dalam agenda kali ini adalah Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Peranan Perempuan dalam Kepemudaan dan Olahraga.
Nampak hadir Sesmen Alfitra Salamm, Deputi Pembudayaan Olahraga Faisal Abdullah, Deputi Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara, dan Ketua DWP Kemenpora Ati Alfitra Salamm.
Tengku Vina Sakhyan selaku Ketua Panitia melaporkan kegiatan peringatan akan diisi dengan lomba memasak oleh para pejabat Kemenpora, serta peragaan busana daerah oleh karyawati dan karyawan Kemenpora. "Pemenang lomba akan mendapatkan piala dan uang tunai. Terima kasih kepada Wardah Cosmetic yang telah mendukung kegiatan ini," terangnya.
Shobibah Rohmah dalam sambutannya menyatakan peringatan Hari Kartini rencananya akan digelar 21 April 2015. "Karena bareng dengan peringatan oleh Ibu Negara, maka ini dimajukan. Ini namanya jama' taqdim," ujarnya.
Menurut Shobibah, setiap perempuan dalam setiap keluarga adalah seorang Kartini. "Perempuan yang selalu menjaga keseimbangan, menjaga anak dan mendukung suaminya, juga bagian dari Kartini masa kini. Ke depan, peringatan Kartini dapat juga disinergikan melalui perlombaan dengan para atlet," tuturnya.
Shobibah meminta para ibu DWP tetap semangat meskipun hanya menjadi ibu rumah tangga. "Dengan ucapan bismillah, acara peringatan Hari Kartini ini secara resmi saya buka," jelasnya.
Menpora merasa mendapat inspirasi dari sambutan Penasehat DWP Kemenpora. "Saya memakai jas sebagai penghormatan saya kepada RA Kartini, para wanita, dan kaum hawa yang telah mengawal dan mendoakan kami, bahkan mengkritik cara kami. RA Kartini dalam kesehariannya mencurahkan hidupnya untuk kepentingan bangsa Indonesia. Al um madrosatul 'ula (ibu adalah sekolah pertama bagi anak)," katanya.
Dalam perlombaan memasak, Menpora bersama Sesmenpora mendapatkan undian memasak nasi goreng seafood. Masing-masing tim terdiri atas dua orang. Sejumlah pejabat perwakilan Deputi 1 sampai Deputi 5 Kemenpora menjadi peserta lomba. Total ada 7 tim dalam lomba memasak ini.
Duet Menpora-Sesmen sendiri cukup serasi. Menpora mengiris bawang merah, bawang putih, dan sosis, sementara Sesmen bertugas sebagai peramu bahan-bahan masak. Saat sesi penjurian, Deputi 1 berhasil memenangkan lomba memasak. Juara 2 diperoleh tim memasak dari KONI, dan juara 3 oleh Deputi 2. Pemenang mendapatkan piala bergilir tahunan.






0 komentar:
Posting Komentar