Demokrasi di Indonesia menjadi inspirasi bagi Afghanistan. Hal inidisampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Afghanistan Urusan Administrasi, H.E. Atiqullah Atifmal pada resepsi diplomatik dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-69 (24/08).
Dalam acara yang digelar di Hotel Intercontinental Kabul itu, disampaikan bahwa Afghanistan terus mengikuti perjalanan demokrasi RI hingga Pemilu yang baru saja digelar.
We are encouraged and inspired by the democratic process in the world’s third largest democracy and look forward to work with the newly elected government to further expand bilateral ties and lay a strong foundation of deep political, social, cultural and economic, relations between the two countries”, ujar Wamenlu Atifmal.
Selain itu, Afghanistan juga mengajak Indonesia untuk senantiasa meningkatkan angka perdagangan antara kedua negara, serta mengundang Indonesia untuk menjadi salah satu negara pioneer yang melakukan investasi di Afghanistan.
Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Afghanistan, Bapak Mayjen TNI (Purn.) Anshory Tadjudin, menyampaikan bahwa Indonesia telah melalui jalan yang panjang untuk mencapai tingkatan demokrasi dan berbagai capaian yang dinikmati dewasa ini.
Perjalanan panjang itupun didukung oleh kerja keras dan kebulatan tekad seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan negara yang maju.
Disampaikan juga bahwa pada ulang tahunnya ke-69, Indonesia diharapkan semakin dewasa, matang, dan senantiasa berkomitmen untuk mendukung proses rekonsiliasi dan perdamaian di Afghanistan melalui berbagai program pembangunan kapasitas.
Sejumlah menteri hadir pada resepsi tersebut antara lain yaitu Menteri Pendidikan Tinggi Afghanistan, H.E. Obaidullah Obaid, Menteri Urusan Wanita Afghanistan, H.E. Hussn Banu Ghazanfar, Menteri Rehabilitasi dan Pengembangan Daerah, H.E. Wais Ahmad Barmak, dan Menteri Kontra Narkotika, H.E. Mobarez Rashidi.
Resepsi juga oleh pejabat pemerintahan Afghanistan, Duta Besar negara sahabat, perwakilan dari berbagai organisasi lokal dan internasional di Kabul, pengusaha, serta WNI.
Dalam acara yang digelar di Hotel Intercontinental Kabul itu, disampaikan bahwa Afghanistan terus mengikuti perjalanan demokrasi RI hingga Pemilu yang baru saja digelar.
We are encouraged and inspired by the democratic process in the world’s third largest democracy and look forward to work with the newly elected government to further expand bilateral ties and lay a strong foundation of deep political, social, cultural and economic, relations between the two countries”, ujar Wamenlu Atifmal.
Selain itu, Afghanistan juga mengajak Indonesia untuk senantiasa meningkatkan angka perdagangan antara kedua negara, serta mengundang Indonesia untuk menjadi salah satu negara pioneer yang melakukan investasi di Afghanistan.
Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Afghanistan, Bapak Mayjen TNI (Purn.) Anshory Tadjudin, menyampaikan bahwa Indonesia telah melalui jalan yang panjang untuk mencapai tingkatan demokrasi dan berbagai capaian yang dinikmati dewasa ini.
Perjalanan panjang itupun didukung oleh kerja keras dan kebulatan tekad seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan negara yang maju.
Disampaikan juga bahwa pada ulang tahunnya ke-69, Indonesia diharapkan semakin dewasa, matang, dan senantiasa berkomitmen untuk mendukung proses rekonsiliasi dan perdamaian di Afghanistan melalui berbagai program pembangunan kapasitas.
Sejumlah menteri hadir pada resepsi tersebut antara lain yaitu Menteri Pendidikan Tinggi Afghanistan, H.E. Obaidullah Obaid, Menteri Urusan Wanita Afghanistan, H.E. Hussn Banu Ghazanfar, Menteri Rehabilitasi dan Pengembangan Daerah, H.E. Wais Ahmad Barmak, dan Menteri Kontra Narkotika, H.E. Mobarez Rashidi.
Resepsi juga oleh pejabat pemerintahan Afghanistan, Duta Besar negara sahabat, perwakilan dari berbagai organisasi lokal dan internasional di Kabul, pengusaha, serta WNI.






0 komentar:
Posting Komentar