usaha berhasil

Senin, 21 April 2014

Peluncuran PLI Tahun 2014 – “Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim”




Jakarta, 17 April 2014. Dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2014 yang diperingati di Indonesia setiap tahunnya pada 5 Juni, Kementerian Lingkungan Hidup RI bekerjasama dengan Antheus menyelenggarakan “Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) ke-18 Tahun 2014”. Kegiatan PLI 2014 ini akan diselenggarakan pada 29 Mei – 1 Juni 2014 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta dan diikuti oleh Instansi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, Perusahaan Swasta Nasional dan Multinasional, Badan dan Organisasi Lingkungan Hidup serta Pemerhati Lingkungan. Selain pameran juga akan diisi dengan berbagai kegiatan seminar, workshop, dan lomba.
Tahun ini Indonesia mengusung tema “Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim” yang dimaksudkan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat atas pentingnya perlindungan ekosistem pesisir dan dampak perubahan iklim dalam rangka ketahanan lingkungan. Tema HLH 2014 ini selaras dengan tema World Environment Day 2014 yang dikeluarkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) yaitu “Raise Your Voice, Not the Sea Level”.
Negara Republik Indonesia merupakan negara maritim yang terdiri dari 17.504 pulau, termasuk 5 (lima) pulau besar, yaitu pulau: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Wilayah pesisir dan laut Indonesia memiliki arti penting tersendiri, karena sekitar 30% mangrove dan terumbu karang terbaik dunia berada di Indonesia; sekitar 85% sumber daya ikan Indonesia berasal dari perairan pesisir; sekitar 60% penduduk Indonesia hidup di wilayah pesisir; sekitar 65% kabupaten/kota terletak di kawasan pesisir; sekitar 26,5% kontribusi terhadap PDB nasional; dan sektor kelautan dapat menampung  lebih dari 16 juta tenaga kerja.
Sejalan dengan pesatnya kegiatan pembangunan, permasalahan lingkungan hidup dari hari kehari dirasakan semakin kompleks, terutama dampak perubahan iklim yang antara lain menyebabkan peningkatan suhu permukaan bumi yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut. Hal ini akan berdampak langsung terhadap kondisi pesisir dan laut serta keberadaan sejumlah pulau-pulau kecil yang ada dalam gugusan kepulauan Indonesia. Berbagai catatan menurunnya kualitas lingkungan hidup masih sering didengar oleh publik.
Dalam sambutan, Menteri Lingkungan Hidup Prof. DR. Balthasar Kambuaya, MBA, mengatakan, “Melalui Pekan Lingkungan Indonesia Tahun 2014, Kementerian Lingkungan Hidup mengajak semua pihak untuk menyatukan langkah, melindungi ekosistem pesisir dari dampak perubahan iklim sehingga tercapai ketahanan lingkungan. Ini adalah tanggung jawab bersama masyarakat Indonesia”, jelas MenLH.
Jika kondisi kemerosotan kualitas lingkungan ini terus menerus terjadi baik di wilayah pesisir atau wilayah lainnya bukan tidak mungkin di masa yang akan datang  mempengaruhi  “Ketahanan Lingkungan”. Salah satu ciri bahwa ketahanan lingkungan sudah mulai melemah adalah dengan semakin cepatnya laju kerusakan dan pencemaran lingkungan. Sejalan dengan hal tersebut, dilaksanakan Pekan Lingkungan 2014, yang mempertemukan antara masyarakat, pihak swasta dan pihak pemerintah. Pemerintah menyampaikan program, capaian dan kondisi lingkungan hidup terkini kepada masyarakat, pihak swasta menyampaikan capaian mereka memanfaatkan sumberdaya alam yang berkelanjutan serta masyarakatpun menyampaikan upaya-upaya yang dilakukan oleh mereka dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pada umumnya dan pengelolaan pesisir khususnya.
“Dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pelibatan masyarakat dan swasta serta pemerintah menjadi aspek yang penting, pemerintah perlu mengeluarkan program yang pro lingkungan sementara pihak swasta perlu juga menyadari akan pentingnya melindungi sumberdaya dan ekosistem pesisir, serta masyarakat diharapkan melakukan aksi-aksi ramah lingkungan untuk meminimalkan dampak perubahan iklim”, jelas MenLH.
Selain acara Peluncuran PLI 2014, hari ini diselenggarakan pula Dialog Tema HLH 2014 yang membahas mengenai perlindungan ekosistem pesisir dari dampak perubahan iklim. Dialog ini dihadiri oleh para narasumber yaitu Deputi MenLH Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ir. Ilyas Asaad, MP, MH, Kepala Pusat Kajian Studi Pesisir dan Laut (PKSPL) – IPB, Dr. Ir Luky Adrianto, M.Sc, dan Kepala Departemen Advokasi WALHI Nasional, Nurhidayati. Dan sebagai moderator adalah Peggy Melati Sukma. Peserta dialog berasal dari perwakilan Badan Lingkungan Hidup Provinsi, Kabupaten/Kota, dunia usaha, BUMN, LSM serta masyarakat umum. Hasil dialog ini diharapkan dapat menggerakan segenap komponen masyarakat untuk sadar dan berperan dalam melindungi ekosistem pesisir khususnya dan ketahanan lingkungan pada umumnya. Selain itu, juga mengajak semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas lingkungan ekosistem pesisir sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

0 komentar:

Posting Komentar

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA