Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono menghadiri Business Round Table Meeting dengan 17 CEOs dari perusahaan-perusahaan besar Belanda di Den Haag (26/03).
Pertemuan bisnis ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden RI ke Belanda yang dilakukan tanggal 23-27 Maret 2014.
Pertemuan bisnis dengan para CEOs perusahaan besar Belanda diorganisir oleh Kedutaan Besar RI Den Haag, bekerjasama dengan VNO-NCW (Confederation of Dutch Industries and Employers). Turut hadir, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan, Liliane Ploumen dan Ketua VNO NCW Bernard Wientjes yang bertindak sebagai moderator.
Beberapa perusahaan yang hadir termasuk Unilever, Friesland Campina, Phillips, Royal Haskoning, Damen, Rabobank, Royal Dutch Shell, Port of Rotterdam, Heineken dan KLM. Sebagian besar perusahaan-perusahaan besar tersebut telah beroperasi lama di Indonesia dan terus meningkatkan aktivitasnya di Indonesia. Sementara itu, beberapa perusahaan saat ini sedang menjajaki kerjasama dengan Indonesia.
Duta Besar RI Den Haag, Retno Marsudi menyampaikan bahwa hubungan bilateral kedua Negara berada pada tahap yang sangat baik (Relationship 2.0). Kunjungan PM Belanda ke Indonesia pada bulan November 2013 merupakan kunjungan yang bersejarah.
Kedua negara meluncurkan “Joint Declaration on Comprehensive Partnership” yang telah banyak ditindaklanjuti, termasuk salah satunya pertemuan bisnis kali ini.
Sementara itu, Menteri Ploumen menyampaikan bahwa para CEO yang hadir sangat menyambut baik penyelenggaraan Business Round Table Meeting dan siap untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Indonesia merupakan gateway Belanda ke pasar ASEAN, sebagaimana Belanda merupakan gateway Indonesia ke UE.
Sebagian perusahaan yang hadir juga akan turut serta dalam kunjungan Menteri Infrastruktur dan LH Belanda Melanie Schultz van Haegen ke Indonesia tanggal 31 Maret-4 April 2014.
Menteri Ploumen juga menggarisbawahi arti penting hubungan bilateral paska diluncurkannya Joint Declaration on Comprehensive Partnership dan menyatakan bahwa pihaknya siap untuk meneruskan dan meningkatkan kerja sama bilateral 2.0 sebagaimana disampaikan Dubes Retno Marsudi.
Wapres RI dalam pertemuan tersebut telah menyampaikan sambutan yang antara lain menekankan bahwa Indonesia tengah berupaya untuk mendorong lebih lanjut pembangunan nasional. Dalam hal ini, Indonesia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia serta penguatan institusi, sehingga terdapat pula banyak peluang untuk peningkatan kerja sama antara dunia usaha. Adapun kesinambungan kebijakan dasar makro ekonomi Indonesia diperkirakan akan dapat terus berjalan.
Dalam pertemuan tersebut, para pengusaha Belanda menyampaikan keinginan untuk lebih berperan dalam pembangunan ekonomi Indonesia, seperti proyek-proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
Sejumlah perusahaan Belanda telah berperan penting dalam tahap penyusunan masterplan inisiatif NCICD tersebut. Beberapa sektor usaha lain yang diminati adalah energi, kesehatan, infrastruktur, industri kelautan, jasa keuangan, penerbangan, makanan olahan dan pertanian.
Penyelenggaraan Business Round Table Meeting tersebut merupakan cerminan konkret hubungan bilateral Indonesia - Belanda yang sangat baik dan jalinan hubungan bisnis yang sangat kuat antara kedua negara. (sumber: KBRI Den Haag/ed.VKH)
Pertemuan bisnis ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden RI ke Belanda yang dilakukan tanggal 23-27 Maret 2014.
Pertemuan bisnis dengan para CEOs perusahaan besar Belanda diorganisir oleh Kedutaan Besar RI Den Haag, bekerjasama dengan VNO-NCW (Confederation of Dutch Industries and Employers). Turut hadir, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan, Liliane Ploumen dan Ketua VNO NCW Bernard Wientjes yang bertindak sebagai moderator.
Beberapa perusahaan yang hadir termasuk Unilever, Friesland Campina, Phillips, Royal Haskoning, Damen, Rabobank, Royal Dutch Shell, Port of Rotterdam, Heineken dan KLM. Sebagian besar perusahaan-perusahaan besar tersebut telah beroperasi lama di Indonesia dan terus meningkatkan aktivitasnya di Indonesia. Sementara itu, beberapa perusahaan saat ini sedang menjajaki kerjasama dengan Indonesia.
Duta Besar RI Den Haag, Retno Marsudi menyampaikan bahwa hubungan bilateral kedua Negara berada pada tahap yang sangat baik (Relationship 2.0). Kunjungan PM Belanda ke Indonesia pada bulan November 2013 merupakan kunjungan yang bersejarah.
Kedua negara meluncurkan “Joint Declaration on Comprehensive Partnership” yang telah banyak ditindaklanjuti, termasuk salah satunya pertemuan bisnis kali ini.
Sementara itu, Menteri Ploumen menyampaikan bahwa para CEO yang hadir sangat menyambut baik penyelenggaraan Business Round Table Meeting dan siap untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Indonesia merupakan gateway Belanda ke pasar ASEAN, sebagaimana Belanda merupakan gateway Indonesia ke UE.
Sebagian perusahaan yang hadir juga akan turut serta dalam kunjungan Menteri Infrastruktur dan LH Belanda Melanie Schultz van Haegen ke Indonesia tanggal 31 Maret-4 April 2014.
Menteri Ploumen juga menggarisbawahi arti penting hubungan bilateral paska diluncurkannya Joint Declaration on Comprehensive Partnership dan menyatakan bahwa pihaknya siap untuk meneruskan dan meningkatkan kerja sama bilateral 2.0 sebagaimana disampaikan Dubes Retno Marsudi.
Wapres RI dalam pertemuan tersebut telah menyampaikan sambutan yang antara lain menekankan bahwa Indonesia tengah berupaya untuk mendorong lebih lanjut pembangunan nasional. Dalam hal ini, Indonesia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia serta penguatan institusi, sehingga terdapat pula banyak peluang untuk peningkatan kerja sama antara dunia usaha. Adapun kesinambungan kebijakan dasar makro ekonomi Indonesia diperkirakan akan dapat terus berjalan.
Dalam pertemuan tersebut, para pengusaha Belanda menyampaikan keinginan untuk lebih berperan dalam pembangunan ekonomi Indonesia, seperti proyek-proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
Sejumlah perusahaan Belanda telah berperan penting dalam tahap penyusunan masterplan inisiatif NCICD tersebut. Beberapa sektor usaha lain yang diminati adalah energi, kesehatan, infrastruktur, industri kelautan, jasa keuangan, penerbangan, makanan olahan dan pertanian.
Penyelenggaraan Business Round Table Meeting tersebut merupakan cerminan konkret hubungan bilateral Indonesia - Belanda yang sangat baik dan jalinan hubungan bisnis yang sangat kuat antara kedua negara. (sumber: KBRI Den Haag/ed.VKH)






0 komentar:
Posting Komentar