RI dan Jepang adalah dua kekuatan bagi perdamaian di kawasan. Jepang dan Indonesia memiliki pandangan yang sama mengenai betapa pentingnya pemeliharaan perdamaian dan keamanan di kawasan. Untuk merealisasikan hal ini, kedua negara akan segera melaksanakan forum kerjasama 2+2 (two plus two). Hal ini dikatakan Menlu RI, Dr. R.M. Marty Natalegawa saat menerima kunjungan Menlu Jepang, Fumio Kishida di Gedung Pancasila, Kemlu (01/03).
Selain berbagai masalah seputar politik luar negeri forum 2+2 ini merupakan pertemuan antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara. Secara bersama-sama, forum ini akan membahas mengenai masalah dan upaya untuk menjaga serta memajukan keamanan di kawasan.
Sebelumnya, forum ini telah disepakati oleh kedua kepala pemerintahan pada saat pertemuan ASEAN – Jepang di Tokyo pada bulan Desember 2013.
Adapun topik-topik yang dibahas tersebut antara lain kontribusi pada pasukan pemelihara perdamaian, penggunaan aset militer untuk penanggulangan bencana, dan kerjasama di bidang transnational crime.
“Saya kira forum ini adalah suatu jaringan kerjasama yang akan terus kita kembangkan dengan negara-negara lain, tidak hanya dengan Jepang. Nantinya kita akan melakukan kerjasama serupa dengan Tiongkok misalnya, dan juga negara-negara lain” sambung Menteri Luar Negeri RI.
Masalah keamanan dan pertahanan kawasan yang saat ini sedang mengalami banyak tantangan menjadi salah satu landasan utama diadakannya forum ini.
Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Jepang bersepakat untuk menyatakan bahwa apapun rencana kebijakan dibidang pertahanan suatu negara, hal penting yang harus senantiasa dijaga adalah komunikasi dan transparansi.
Kedua hal ini ditujukan agar tidak terjadi salah tafsir dan pemahaman. Forum 2+2 ini, akan menjadi wadah penting untuk memaparkan apa sebenarnya niat dan maksud yang ada dibelakang suatu kebijakan dalam bidang pertahanan negara. Menurut rencana, forum 2+2 ini akan digelar di Jepang sekitar April-Mei mendatang.
Pertemuan bilateral kedua Menteri Luar Negeri ini di adakan disela-sela acara CEAPAD II (2nd Conference of Cooperation among East Asian for Palestinian Development) yang diadakan pada 28 Februari – 02 Maret 2014.
Selain membahas mengenai kerjasama bidang pertahanan dan keamanan, agenda lain yang dibahas dalam pertemuan bilateral ini adalah kerjasama dibidang ekonomi dan perdagangan.
Indonesia dan Jepang bertekad untuk terus memperkuat kerjasama bilateral bidang ekonomi dan perdagangan. Menteri Fumio Kishida dalam kesempatan ini sekaligus mengundang Menteri Marty Natalegawa untuk turut hadir dalam pertemuan NPDI (Non-Proliferation and Disarmament Initiative) 2014 pada April mendatang di Hiroshima, Jepang. (Sumber: Dit. Infomed/Az)
Selain berbagai masalah seputar politik luar negeri forum 2+2 ini merupakan pertemuan antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara. Secara bersama-sama, forum ini akan membahas mengenai masalah dan upaya untuk menjaga serta memajukan keamanan di kawasan.
Sebelumnya, forum ini telah disepakati oleh kedua kepala pemerintahan pada saat pertemuan ASEAN – Jepang di Tokyo pada bulan Desember 2013.
Adapun topik-topik yang dibahas tersebut antara lain kontribusi pada pasukan pemelihara perdamaian, penggunaan aset militer untuk penanggulangan bencana, dan kerjasama di bidang transnational crime.
“Saya kira forum ini adalah suatu jaringan kerjasama yang akan terus kita kembangkan dengan negara-negara lain, tidak hanya dengan Jepang. Nantinya kita akan melakukan kerjasama serupa dengan Tiongkok misalnya, dan juga negara-negara lain” sambung Menteri Luar Negeri RI.
Masalah keamanan dan pertahanan kawasan yang saat ini sedang mengalami banyak tantangan menjadi salah satu landasan utama diadakannya forum ini.
Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Jepang bersepakat untuk menyatakan bahwa apapun rencana kebijakan dibidang pertahanan suatu negara, hal penting yang harus senantiasa dijaga adalah komunikasi dan transparansi.
Kedua hal ini ditujukan agar tidak terjadi salah tafsir dan pemahaman. Forum 2+2 ini, akan menjadi wadah penting untuk memaparkan apa sebenarnya niat dan maksud yang ada dibelakang suatu kebijakan dalam bidang pertahanan negara. Menurut rencana, forum 2+2 ini akan digelar di Jepang sekitar April-Mei mendatang.
Pertemuan bilateral kedua Menteri Luar Negeri ini di adakan disela-sela acara CEAPAD II (2nd Conference of Cooperation among East Asian for Palestinian Development) yang diadakan pada 28 Februari – 02 Maret 2014.
Selain membahas mengenai kerjasama bidang pertahanan dan keamanan, agenda lain yang dibahas dalam pertemuan bilateral ini adalah kerjasama dibidang ekonomi dan perdagangan.
Indonesia dan Jepang bertekad untuk terus memperkuat kerjasama bilateral bidang ekonomi dan perdagangan. Menteri Fumio Kishida dalam kesempatan ini sekaligus mengundang Menteri Marty Natalegawa untuk turut hadir dalam pertemuan NPDI (Non-Proliferation and Disarmament Initiative) 2014 pada April mendatang di Hiroshima, Jepang. (Sumber: Dit. Infomed/Az)






0 komentar:
Posting Komentar