Palembang,11/2/2014. “Pers berperan penting dalam memantapkan tiga pilar kerja sama lingkup ASEAN, yakni kerja sama di bidang politik dan keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. Ketiga bidang ini sudah memiliki cetak biru yang masih perlu dikawal agar bisa diimplementasikan dengan baik demi kebaikan bersama di lingkup ASEAN”, Hal tersebut disampaikan oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto saat menyampaikan keynote speech pada Pertemuan Wartawan ASEAN yang tergabung dalam Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) di Palembang, Selasa (11/2).
Pertemuan yang dibuka Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin itu mengambil tema "Bringing ASEAN Closer to People Heart and Mind" dan dihadiri para wartawan dari negara anggota ASEAN, di antaranya Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Indonesia.
Menko Polhukam menilai Deklarasi Manila yang dicetuskan CAJ di Manila, 21 November 2013, memiliki semangat yang sama dengan kerja sama negara-negara ASEAN di bidang ekonomi, sosial--budaya, dan khususnya militer.
"Kita ingin mewujudkan kawasan ASEAN yang damai, kawasan yang lebih mengedepankan kerja sama di berbagai bidang untuk memajukan kesejahteraan rakyat," kata Menko Polhukam.
Menko Polhukam mengatakan gesekan antarnegara anggota ASEAN, acap datang dari luar. Kawasan ASEAN dan Asia-Pasifik sangat menarik minat negara-negara maju yang ingin memperluas dan memperbesar pengaruh di bidang ekonomi dan politik. Kondisi ini perlu dipahami agar kawasan ASEAN tetap dijaga sebagai kawasan damai.
"Paguyuban wartawan ASEAN dan peguyuban militer ASEAN berperan sangat penting dalam menciptakan kawasan ASEAN yang damai dan stabil," kata Menko Polhukam. Karena itu, Djoko Suyanto mengimbau CAJ dan asosiasi militer negara-negara anggota ASEAN perlu terus menggalang kerja sama.






0 komentar:
Posting Komentar