Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok Soegeng Rahardjo menyampaikan surat kepercayaannya kepada Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, dalam sebuah upacara di Great Hall of the People, Beijing (20/03).
Selepas upacara, Dubes Soegeng Rahardjo mendapatkan kesempatan khusus untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi yang didampingi oleh Menlu RRT Wang Yi dan segenap jajaran Kemlu RRT.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Soegeng Rahardjo menyampaikan salam hangat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Xi dan segenap rakyat Tiongkok. Dubes Soegeng Rahardjo percaya bahwa kunjungan Presiden Xi ke Indonesia tahun lalu telah semakin memperkokoh kerangka kerjasama bilateral, terutama dengan dibentuknya Kemitraan Strategis Komprehensif diantara kedua negara.
Mengutip pidato Presiden Yudhoyono pada saat kunjungan Presiden Xi ke Jakarta, Dubes Soegeng Rahardjo menyampaikan bahwa, "masyarakat di Indonesia dan Tiongkok mempunyai mimpi yang sama, walaupun tidur di tilam yang berbeda".
Mimpi tentang sebuah kehidupan di dunia yang damai dan harmonis, dimana setiap negara saling mendukung upaya untuk menciptakan kemakmuran bagi masing-masing rakyatnya. Dan untuk menggapai mimpi ini, diperlukan kerjasama yang konkret dan intensif di berbagai bidang.
Dalam tanggapannya, Presiden Xi menilai bahwa hubungan RI-RRT saat ini "is in excellent shape" dan telah memasuki tingkatan yang lebih tinggi dengan dibentuknya Kemitraan Strategis Komprehensif.
Disampaikan bahwa RRT menaruh perhatian yang tinggi terhadap hubungannya dengan Indonesia. Oleh karena itu, Presiden Xi berharap dalam waktu dekat dapat membalas penerimaan hangat dari Presiden Yudhoyono dan masyarakat Indonesia sewaktu berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu.
Presiden Xi menyampaikan juga bahwa pernyataan Presiden Yudhoyono mengenai satu mimpi di tilam yang berbeda sangat merefleksikan hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Hal ini telah disampaikannya kepada berbagai pihak di pemerintahannya.
Presiden Xi meyakini bahwa Indonesia dan Tiongkok saat ini adalah bagian dari sebuah “community of common destiny”, yang ingin membangun hubungan antar-negara yang didasari perdamaian dan stabilitas abadi. Oleh karena itu, Presiden Xi berharap bahwa Kemitraan Strategis Komprehensif RI-RRT dapat menjadi poros yang kuat dalam upaya untuk memperjuangkan mimpi ini.
Selepas upacara, Dubes Soegeng Rahardjo mendapatkan kesempatan khusus untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi yang didampingi oleh Menlu RRT Wang Yi dan segenap jajaran Kemlu RRT.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Soegeng Rahardjo menyampaikan salam hangat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Xi dan segenap rakyat Tiongkok. Dubes Soegeng Rahardjo percaya bahwa kunjungan Presiden Xi ke Indonesia tahun lalu telah semakin memperkokoh kerangka kerjasama bilateral, terutama dengan dibentuknya Kemitraan Strategis Komprehensif diantara kedua negara.
Mengutip pidato Presiden Yudhoyono pada saat kunjungan Presiden Xi ke Jakarta, Dubes Soegeng Rahardjo menyampaikan bahwa, "masyarakat di Indonesia dan Tiongkok mempunyai mimpi yang sama, walaupun tidur di tilam yang berbeda".
Mimpi tentang sebuah kehidupan di dunia yang damai dan harmonis, dimana setiap negara saling mendukung upaya untuk menciptakan kemakmuran bagi masing-masing rakyatnya. Dan untuk menggapai mimpi ini, diperlukan kerjasama yang konkret dan intensif di berbagai bidang.
Dalam tanggapannya, Presiden Xi menilai bahwa hubungan RI-RRT saat ini "is in excellent shape" dan telah memasuki tingkatan yang lebih tinggi dengan dibentuknya Kemitraan Strategis Komprehensif.
Disampaikan bahwa RRT menaruh perhatian yang tinggi terhadap hubungannya dengan Indonesia. Oleh karena itu, Presiden Xi berharap dalam waktu dekat dapat membalas penerimaan hangat dari Presiden Yudhoyono dan masyarakat Indonesia sewaktu berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu.
Presiden Xi menyampaikan juga bahwa pernyataan Presiden Yudhoyono mengenai satu mimpi di tilam yang berbeda sangat merefleksikan hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Hal ini telah disampaikannya kepada berbagai pihak di pemerintahannya.
Presiden Xi meyakini bahwa Indonesia dan Tiongkok saat ini adalah bagian dari sebuah “community of common destiny”, yang ingin membangun hubungan antar-negara yang didasari perdamaian dan stabilitas abadi. Oleh karena itu, Presiden Xi berharap bahwa Kemitraan Strategis Komprehensif RI-RRT dapat menjadi poros yang kuat dalam upaya untuk memperjuangkan mimpi ini.






0 komentar:
Posting Komentar