usaha berhasil

Rabu, 12 Februari 2014

TIM Ekspedisi Kemanusiaan Kementerian Sosial RI Kelompok Marjinal Tiba di Provinsi Banten 2014



 


Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal (EKKM) 2014 Kementerian Sosial  Republik Indonesia, Senin tanggal 10 Februari 2014 tiba di Provinsi Banten, setelah melalui perjalanan dari, Lampung, Riau, Jambi, Bengkulu, Padang, Palembang, Medan dan  Idi Raya, Aceh Timur di Etape I.
Pada penyerahan Pataka Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal (EKKM) 2014 Kementerian Sosial  Republik Indonesia yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 10 Februari 2014 tempat di Hotel Grand Mangkuputra oleh ketua Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal (EKKM) 2014 Kementerian Sosial  Republik Indonesia Nahar, SH, M.Si  di hadiri oleh Sekretaris Jenderal yang di wakili oleh  Mu’ man Nuryana, M.Sc, Ph.D, Sekretaris Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial, Drs. Heri krissritanto,  kepada Wakil Wali Kota Cilegon di dampingi oleh Kepala Dinas Sosial Profinsi Banten dan jajarannya.

Acara Puncak Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal Kementerian Sosial RI yang akan dilaksanakan di Taman Wulandira di Provinsis Banten diawali dengan pelepasan Defile kendaraan Tim Ekspedisi Kemanusiaan dengan kendaraan dari Dinas Sosial provinsi dan kabupaten/kota se-provinsi Banten dari Hotel Grand Mangkuputra Kota Cilegon menuju lokasi acara puncak menuju Taman Wulandira dimana Berbagai kegiatan akan di gelar di Taman Wulandira  yang akan melibatkan ribuan masyarakat dan di  hadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Banten, dan Jajaran Pimpinan dan Anggota Legislatif,     Jajaran Pimpinan TNI dan POLRI, Para Pejabat Eselon I Kementerian Sosial, Staf Khusus Menteri Sosial, Bupati Serang dan para Bupati, Walikota di seluruh Provinsi Banten dan seluruh jajaran Muspida, 
Para Pejabat Eselon II, Tenaga Ahli Menteri, 

Dalam sambutannya Menteri Sosial RI yang di wakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Drs. Toto Utomo Budi Santoso, M. Si  pada acara Puncak Ekspedisi Kemanusiaan Kementerian Sosial RI Tahun 2014 etape 9 Banten”. Kegiatan ini telah dimulai sejak tanggal 25 Januari di Idi Raya Kabupaten Aceh Timur dilanjutkan dengan menjelajah wilayah Sumatera, dan setelah etape ini tim akan singgah di seluruh Provinsi se Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat serta berakhir di Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan Ekspedisi Kemanusiaan ini sebagai rangkaian dari Safari Bhakti Kesetiakawan Sosial (SBKS). Jika Ekspedisi Kemanusiaanmenjangkau kabupaten/kota di ”wilayah dalam” maka Safari Bhakti Kesetiakawanan Sosial melalui laut dengan melewati ”wilayah terluar, pulau terpencil dan perbatasan antar negara”. Dengan demikian kedua kegiatan dimaksud merupakan program terobosan yang dilakukan untuk mengimbangi cepatnya pertumbuhan permasalahan sosial serta mengisi berbagai kebutuhan mendesak, yang diharapkan dapat melengkapi program-program reguler Kementerian Sosial. 

Beberapa alasan mengapa Ekspedisi Kemanusiaan perlu dilakukan:

 Pertama : siklus perencanaan yang disusun tahun sebelumnya mungkin saja belum mengakomodasi kejadian mendadak atau situasi terbaru saat ini. Bisa saja muncul kondisi kedaruratan sehingga memerlukan kerja besar serta memerlukan kecepatan serta keterpaduan.

 Kedua : Ekspedisi ini mempunyai visi dan misi khusus untuk mengejar momentum menggemakan Kesetiakawanan Sosial melalui kerjasama dalam memberikan berbagai pelayanan sosial yang mengerahkan berbagai daya dan upaya yang ada, memperkuat persaudaraan, persatuan dan gotong royong dari wilayah barat sampai ke wilayah timur Indonesia. 

Ketiga : permasalahan sosial seringkali harus dilakukan secara cepat, tepat dan membutuhkan aksi sosial seluruh komponen. Melalui Ekspedisi Kemanusiaan ini maka semua komponen dipersilahkan secara bersama untuk melakukan aksi sosial, baik Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha, Orsos Asing, TNI POLRI serta Pilar partisipan lainnya. 

Keempat : kekhususan ekpedisi ini menerapkan format metode penyelenggaraan sosial secara terpadu melalui pelayanan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial maupun perlindungan dan jaminan sosial. Meski sasaran dan programnya memiliki karakteristik yang berlainan, namun pelaksanaannya dapat dipadukan sesuai masalah di wilayahnya. 

Kelima : dalam ekspedisi ini membawa misi khusus lainnya yaitu pencerahan terhadap masyarakat melalui penyampaian informasi, komunikasi dan edukasi agar masyarakat dapat mengetahui, memahami yang pada akhirnya mampu memanfaatkan secara optimal program yang diberikan, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

Keenam : Saat ini adalah saat yang tepat untuk bersikap proaktif dan progresif serta harus dilakukan secara kreatif memadukan kearifan lokal yang ada terhadap penyelesaian permasalahan sosial, dengan melakukan ”jemput bola” menjangkau dan mendatangi masyarakat di berbagai lokasi. Oleh karena itu personil yang terlibat adalah satuan-satuan cepat seperti TRC, Tagana, TKSK, Karang Taruna serta pilar partisipan di lokasi setempat dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) maupun LKS Asing.

Pada kesempatan ini kementerian Sosial RI menyerahkan berbagai bantuan sebagai wujud kepedulian kita semua untuk saudara-saudara kita khususnya di Provinsi Banten ini. Selain itu juga dilaksanakan pengobatan gratis bagi para penyandang disabilitas dan lanjut usia, sekaligus pengukuran alat bantu penyandang disabilitas sebanyak 500 unit. 
Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah, masyarakat dan dunia usaha serta seluruh lapisan masyarakat yang telah bahu membahu melaksanakan kegiatan ini sebagi upaya ”memperkuat ketahanan sosial masyarakat guna mencegah secara dini permasalahan sosial”.
Saya berharap, kegiatan Ekpedisi Kemanusiaan ini dapat kita jadikan semangat bagi daerah untuk lebih intensif dan kreatif dalam menangani berbagai permasalahan sosial di wilayahnya. Tentunya dengan melibatkan berbagai kearifan lokal dan potensi sumber kesejahteraan sosial yang ada di wilayahnya. Untuk tahun selanjutnya, diharapkan kegiatan semacam ini dapat direplikasi oleh Pemerintah Provinsi melalui kegiatan ekspedisi yang mengintegrasikan seluruh program yang menyentuh masyarakat marjinal di seluruh kabupaten/kota di provinsi yang bersangkutan.

Sumber : http://kemsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=18029

0 komentar:

Posting Komentar

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA