Selasa, 28 Januari 2014
Menlu RI Marty Natalegawa melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Portugal Rui Machete di Kementerian Luar Negeri Portugal (27/01). Dalam pertemuan tersebut, kedua Menlu berbagi pandangan yang sama bahwa kerja sama bilateral Indonesia dan Portugal ke depan perlu lebih konkrit.
Dalam kaitan tersebut, kedua Menlu menekankan pentingnya implementasi perjanjian kerja sama bidang ekonomi, dan perjanjian kerja sama kebudayaan yang telah ditandatangi pada kesempatan kunjungan Presiden Portugal, YM Tn. Anibal Cavaco Silva, ke Indonesia bulan Mei 2012.
Bentuk-bentuk kerja sama yang disepakati untuk segera ditindaklanjuti, antara lain pengiriman misi dagang, kerjasama bidang renewable energy, dan green technology, Penyelenggaraan program kerja sama di bidang pendidikan, olah raga, wisata sejarah dan religi, dan pertukaran misi kesenian.
Bentuk-bentuk kerjasama tersebut berpeluang untuk dikembangkan dalam format kerjasama trilateral antara Portugal, Indonesia dan Timor Leste, misalnya dalam dibidang pendidikan dan renewable energy.
“Angka perdagangan kedua negara pada periode Januari – Oktober 2013 menunjukkan perkembangan positif, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012", kata Marty Natalegawa.
Namun demikian, masih banyak ruang dan potensi untuk digarap lebih lanjut untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara.
Selain membahas hubungan bilateral, kedua Menlu juga bertukar pandangan tentang isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama, termasuk perkembangan terakhir di ASEAN dan kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.
Pertemuan bilateral ini merupakan tindak lanjut hasil pertemuan kedua Menlu di sela-sela Sidang ke-68 Majelis Umum PBB di New York tahun lalu, untuk lebih mengkonkritkan kerja sama bilateral kedua negara.
Menlu Natalegawa juga menyampaikan kepada mitranya kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah “the 6th Global Forum of the UN Alliance of Civilization” tanggal 28 – 29 Agustus 2014, dan mengajak Pemerintah Portugal bekerjasama mendorong pemahaman yang lebih dalam diantara pemangku kepentingan melalui dialog lintas budaya dan lintas agama. (Sumber: KBRI Lisbon)
Dalam kaitan tersebut, kedua Menlu menekankan pentingnya implementasi perjanjian kerja sama bidang ekonomi, dan perjanjian kerja sama kebudayaan yang telah ditandatangi pada kesempatan kunjungan Presiden Portugal, YM Tn. Anibal Cavaco Silva, ke Indonesia bulan Mei 2012.
Bentuk-bentuk kerja sama yang disepakati untuk segera ditindaklanjuti, antara lain pengiriman misi dagang, kerjasama bidang renewable energy, dan green technology, Penyelenggaraan program kerja sama di bidang pendidikan, olah raga, wisata sejarah dan religi, dan pertukaran misi kesenian.
Bentuk-bentuk kerjasama tersebut berpeluang untuk dikembangkan dalam format kerjasama trilateral antara Portugal, Indonesia dan Timor Leste, misalnya dalam dibidang pendidikan dan renewable energy.
“Angka perdagangan kedua negara pada periode Januari – Oktober 2013 menunjukkan perkembangan positif, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012", kata Marty Natalegawa.
Namun demikian, masih banyak ruang dan potensi untuk digarap lebih lanjut untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara.
Selain membahas hubungan bilateral, kedua Menlu juga bertukar pandangan tentang isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama, termasuk perkembangan terakhir di ASEAN dan kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.
Pertemuan bilateral ini merupakan tindak lanjut hasil pertemuan kedua Menlu di sela-sela Sidang ke-68 Majelis Umum PBB di New York tahun lalu, untuk lebih mengkonkritkan kerja sama bilateral kedua negara.
Menlu Natalegawa juga menyampaikan kepada mitranya kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah “the 6th Global Forum of the UN Alliance of Civilization” tanggal 28 – 29 Agustus 2014, dan mengajak Pemerintah Portugal bekerjasama mendorong pemahaman yang lebih dalam diantara pemangku kepentingan melalui dialog lintas budaya dan lintas agama. (Sumber: KBRI Lisbon)
Sumber : Kemenlu






0 komentar:
Posting Komentar