Ganda tenis meja Indonesia, David Jacobs dan Komet Akbar meraih emas pada ajang ASEAN Paragames 2014 di Naypyitaw, Myanmar, hari terakhir Minggu (19/1) siang.(foto: muchlis/kemenpora.go.id)
Di cabang tenis meja, Indonesia keluar sebagai juara umum dengan mengoleksi 16 medali emas, disusul Thailand dengan 15 medali emas. Pada cabor beregu tenis meja, pemain tenis meja andalan Indonesia seperti David Jacobs dan Komet Akbar berhasil bermain baik setelah dipartai final mengalahkan tim Filipina 3-0. David yang turun sebagai pemain pertama di kelas 10 sedikit mendapat perlawanan yang cukup ketat dari pemain Filipina Isaios Seronia.
Set pertama David yang bermain cukup tenang dengan mengandalkan smash tangan kirinya berhasil menang 11-5, namun di set II keadaan justru terbalik, David terlihat turun dalam mengusai permainan, hasilnya dia harus menyerah 5-11. Di set III pemain yang berhasil meraih medali perunggu di ajang Paralympic London 2012 itu kembali bangkit dan hasilnya menang 11-3. Sementara di set IV, David kembali memaksa lawannya menyerah dengan skor 11-6. Kemenangan David membuat Indonesia unggul 1-0.
Di tunggal kedua, Komet Akbar juga berhasil mengalahkan lawannya 3-0. Pertandingan terakhir yang menentukan medali emas, David yang berpasangan dengan Komet Akbar juga berhasil mengalahkan lawannya dengan 3-1. "Alhamdulilah di ajang Asean Paragames ini saya sendiri berhasil menyumbangkan 3 medali emas untuk Indonesia. Saya melihat semangat teman-teman untuk memberikan yang terbaik di cabang tenis meja cukup besar, jadi kita bersyukur cabor tenis meja berhasil menyumbangkan 16 medali emas dan bisa menjadi juara umum," kata David
Sementara di pertandingan bola voli duduk putri, Indonesia mendapat perlawanan yang cukup ketat dari tim tuan rumah Myanmar. Di set I, tim asuhan Dedy Winata ini berhasil menang (25-23), sedangkan set II harus tertahan stelah kalah (26-24). Untung di dua set berikutnya para pemain Indonesia berhasil memang (25-20),(25-20). "Di set II pemain memang terlihat ingin segera menyelesaikan pertandingan, hasilnya mereka kurang konsentrasi. Untung semangat dan konsentrasi mereka kembali muncul di dua set berikutnya, dan alahamdulilah kami bisa meraih medali emas," kata Dedy.
Chef de Mission (CDM) tim Indonesia di ajang ASEAN Paragames 2014 Myanmar Tunas Dwidharto mengatakan peluang Indonesia untuk bisa menjadi juara umum masih terbuka karena hingga Sabtu (18/1), Indonesia masih di peringkat pertama dengan 89 emas, 63 perak dan 45 perunggu. "Insyallah kita bisa juara umum di ajang ASEAN Paragames 2014 ini, hingga kemarin kita masih ada di peringkat pertama. Meski hari ini masih menentukan tapi saya melihat semangat semua pemain untuk membawa Indonesia menjadi juara umum cukup tinggi," kata Tunas Dwidharto yang juga Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Tunas Dwidharto. (amr)
Sumber : Kemenpora






0 komentar:
Posting Komentar