Senin, 20 Januari 2014
Pada masa Keketuaan ASEAN tahun 2014 ini, Myanmar mengusung tema “Moving Forward in Unity to a Peaceful and Prosperous Community”. Hal ini disampaikan dalam Pertemuan ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) Retreat yang diselenggarakan di Bagan, Myanmar (17/1/2014). Dalam Keketuaannya, Myanmar akan memprioritaskan beberapa isu pokok termasuk pembahasan Visi Komunitas ASEAN pasca-2015.
Selain itu beberapa isu yang akan dikedepankan Myanmar antara lain; perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan; kesenjangan pembangunan; isu ageing society; ASEAN Connectivity, terutama konektifitas darat dan pembangunan jembatan; memajukan Usaha Kecil dan Menengah (UKM); pembahasan visi baru ARF dalam konteks Komunitas ASEAN 2015; dan mendorong kelanjutan implementasi langkah-langkah menuju pembentukan Komunitas ASEAN 2015, termasuk upaya penguatan hubungan eksternal dan kerja sama kemitraan ASEAN.
Pertemuan para Menteri Luar Negeri pada AMM Retreat difokuskan pada topik antara lain tindak lanjut hasil-hasil KTT ke-23 ASEAN yang diselenggarakan di Brunei Darussalam pada bulan Oktober 2013, prioritas ASEAN di tahun 2014 ini, serta berbagai tantangan yang dihadapi ASEAN. Satu yang menjadi pokok bahasan adalah tindak lanjut dukungan terhadap pemulihan dan rehabilitasi bagi Filipina pasca-bencana Topan Haiyan.
Selain itu, para Menteri Luar Negeri negara anggota ASEAN menaruh perhatian khusus pada visi Komunitas ASEAN pasca-2015, hubungan eksternal dan kerja sama kemitraan ASEAN, serta berbagai isu regional dan internasional yang menjadi perhatian dan memiliki dampak terhadap ASEAN.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mengusulkan suatu prakarsa untuk membentuk suatu traktat yang lebih luas di kawasan.
"Indonesia menaruh perhatian khusus atas perkembangan yang terjadi di kawasan Asia Timur Laut (North-East Asia), serta mendorong percepatan pembahasan dan penyelesaian suatu regional code of conduct (COC) di Laut China Selatan", tutur Menlu RI dalam pertemuan tersebut.
Hal lain yang disampaikan Indonesia antara lain adalah informasi tentang keikutsertaan Indonesia pada Geneva II Conference mengenai Syria dan pentingnya bagi ASEAN untuk lebih awas terhadap tindakan penyadapan informasi lintas negara. (Sumber: Ditjen KSA/Dit. Infomed) / Dep-Lu
Selain itu beberapa isu yang akan dikedepankan Myanmar antara lain; perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan; kesenjangan pembangunan; isu ageing society; ASEAN Connectivity, terutama konektifitas darat dan pembangunan jembatan; memajukan Usaha Kecil dan Menengah (UKM); pembahasan visi baru ARF dalam konteks Komunitas ASEAN 2015; dan mendorong kelanjutan implementasi langkah-langkah menuju pembentukan Komunitas ASEAN 2015, termasuk upaya penguatan hubungan eksternal dan kerja sama kemitraan ASEAN.
Pertemuan para Menteri Luar Negeri pada AMM Retreat difokuskan pada topik antara lain tindak lanjut hasil-hasil KTT ke-23 ASEAN yang diselenggarakan di Brunei Darussalam pada bulan Oktober 2013, prioritas ASEAN di tahun 2014 ini, serta berbagai tantangan yang dihadapi ASEAN. Satu yang menjadi pokok bahasan adalah tindak lanjut dukungan terhadap pemulihan dan rehabilitasi bagi Filipina pasca-bencana Topan Haiyan.
Selain itu, para Menteri Luar Negeri negara anggota ASEAN menaruh perhatian khusus pada visi Komunitas ASEAN pasca-2015, hubungan eksternal dan kerja sama kemitraan ASEAN, serta berbagai isu regional dan internasional yang menjadi perhatian dan memiliki dampak terhadap ASEAN.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mengusulkan suatu prakarsa untuk membentuk suatu traktat yang lebih luas di kawasan.
"Indonesia menaruh perhatian khusus atas perkembangan yang terjadi di kawasan Asia Timur Laut (North-East Asia), serta mendorong percepatan pembahasan dan penyelesaian suatu regional code of conduct (COC) di Laut China Selatan", tutur Menlu RI dalam pertemuan tersebut.
Hal lain yang disampaikan Indonesia antara lain adalah informasi tentang keikutsertaan Indonesia pada Geneva II Conference mengenai Syria dan pentingnya bagi ASEAN untuk lebih awas terhadap tindakan penyadapan informasi lintas negara. (Sumber: Ditjen KSA/Dit. Infomed) / Dep-Lu






0 komentar:
Posting Komentar