usaha berhasil

Sabtu, 28 Desember 2013

Pemerintah Canangkan 3 Januari Sebagai Hari Kerukunan Nasional

Jakarta (Pinmas) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mencanangkan 3 Januari 2014 sebagai Hari Kerukunan Nasional (HKN). Demikian disampaikan Menteri Agama Suryadharma Ali di Jakarta, Jumat (27/12). “Ini merupakan sumbangan para tokoh lintas agama kepada bangsa. Kita akan meminta Keppresnya untuk HKN ini kepada Presiden SBY. Kegiatan HKN pertama ini juga akan dilakukan gerak jalan dengan Presiden SBY bersama tokoh lintas agama,” kata Menag dalam sambutannya saat bertemu tokoh lintas agama. Pada acara tersebut hadir tokoh yang mewakili agama Islam, Kristen, Katolik, Protestan, Buddha, Hindu dan Konghucu. Hadir pula Wamenag Nasaruddin Umar dan Sekjen Bahrul Hayat serta para pejabat Kemenag. Menag menjelaskan, mengapa peringatannya disebut Hari Kerukunan Nasional, tidak disebut Hari Kerukunan Lintas Agama. Sebab kerukunan nasional maknanya lebih luas dibandingkan kerukunan lintas agama. “Jadi bangsa ini bukan hanya menginginkan kerukunan agama, tapi juga menghendaki terjadi kerukunan suku, budaya, atau yang lainnya, termasuk kerukunan bidang politik. Jadi ada kerukunan antar partai politik,” papar Menag. Menag berharap HKN yang digelar pada tanggal 3 Januari 2014 ini akan diadakan setiap tahun. “Namun itu tergantung siapa yang menjadi presiden hasil Pemilu nanti,” ujar Menag. Dikatakan pula, di era Orde Baru ada yang disebut dengan istilah stabilitas politik, ekonomi dan keamanan syarat kondusif untuk bisa membangunan negeri, maka sekarang ini syarat untuk bisa membangun adanya kerukunan, baik kerukunan internal agama sendiri, dan antar agama, termasuk kerukunan suku, budaya, etnis dan lainnya. “Jadi begitu pentingnya arti dari kerukunan nasional sebagai syarat untuk bisa membangun bangsa dan negara,” kata Menag. Sementara para tokoh lintas agama mendukung gagasan yang disampaikan Menteri Agama seperti disampaikan Pimpinan Walubi (Perwalian Umat Buddha Indonesia) Suhadi Sendjaya. “Batik saja bisa jadi Hari Batik. Masa kerukunan kalah sama batik,” ujarnya. Ia mengibaratkan, Indonesia punya bibit yang baik, ladangnya juga bagus, subur makmur, yang perlu pemeliharaan. “Kami siap memelihara kerukunan,” tandas Suhadi. Hal senada dikemukakan perwakilan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Agustinus. “Hari Kerukunan Nasional, pasti kita dukung,” tandas pastur dari Ambon ini. Natsir Jubaidi yang mewakili MUI juga mengapresiasi usulan Menag yang mencanangkan HKN, Karena kalau sudah rukun pasti aman dan damai dan Indonesia menjadi contoh negara lain. (ks/dm) Sumber : kemenag

0 komentar:

Posting Komentar

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA