usaha berhasil

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas Jl. Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

www.seputarkabinet.com

Tabloid "Seputar Kabinet", Media Informatif dan Edukatif - Alamat Redaksi : Perkantoran Notredome Blok F2 Kota Deltamas, Jl Boulevard Raya Bekasi - Email : redaksi@seputarkabinet.com ; seputarkabinet@gmail.com

Rabu, 26 November 2014

Menkumham Undang Senior Untuk Beri Masukan, Pemikiran, Nasihat, dan Pandangan Tentang Kemenkumham


Jakarta
 – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengundang para senior untuk memberikan masukan, pemikiran, nasihat, dan pandangan tentang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Adapun para senior yang dimaksud adalah para Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia atau yang dulu bernama Menteri Kehakiman, kemudian Menteri Hukum dan Perundang-Undangan, dan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.
Para senior yang hadir dan memberikan masukan, pemikiran, nasihat, dan pandangannya yakni, Oetojo Oesman, Yusril Ihza Mahendra, Andi Mattalatta, Patrialis Akbar, dan Amir Syamsudin. Dalam pertemuan tersebut, Menkumham berharap, masukan, pemikiran, nasihat, dan pandangan dari para senior dapat membantunya dalam mengemban tugas sebagai Menkumham.
“Pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman dari senior, orang-orang yang bertugas, dan staf-staf akan sangat berharga bagi saya,” ujar Menkumham di Ruang Soepomo, Gedung Sekretariat Jenderal Kemenkumham, Jakarta, Selasa (25/11/2014).
Menkumham juga mengharapkan kepada para senior untuk menegurnya apabila ada kebijakan atau tindakan yang sudah keluar jalur. “ Saya sangat terbuka terhadap masukan dan kritik. Jika kebijakan saya out of track/ keluar dari jalur, tolong diingatkan,” kata Yasonna H. Laoly.
DSC 8056Di akhir acara, Menkumham Yasonna mengatakan, pertemuan ini bukan yang terakhir, dirinya akan melakukan kegiatan serupa nantinya. “Saya berharap pertemuan seperti ini dapat dilakukan di lain waktu, bahkan kalau memang ada yang ingin disampaikan oleh para senior nanti, saya akan dengan senang hati menerima setiap saat, dan saya akan membuka line telepon kepada para senior,” tandas Menkumham. 
 Sumber :www.kemenkumham.go.id

Selasa, 18 November 2014

TAHUN 2030 PREVALENSI DIABETES MELITUS DI INDONESIA MENCAPAI 21,3 JUTA ORANG


Secara epidemiologi, diperkirakan bahwa pada tahun 2030 prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia mencapai 21,3 juta orang (Diabetes Care, 2004). Sedangkan hasil Riset kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, diperoleh bahwa proporsi penyebab kematian akibat DM pada kelompok usia 45-54 tahun di daerah perkotaan menduduki ranking ke-2 yaitu 14,7%. Dan daerah pedesaan, DM menduduki ranking ke-6 yaitu 5,8%.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan RI Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H saat membuka Seminar dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia 2009, 5 November 2009 di Jakarta.

Prof. Tjandra Yoga mengatakan berdasarkan hasil Riskesdas 2007 prevalensi nasional DM berdasarkan pemeriksaan gula darah pada penduduk usia >15 tahun diperkotaan 5,7%. Prevalensi nasional Obesitas umum pada penduduk usia >= 15 tahun sebesar 10.3% dan sebanyak 12 provinsi memiliki prevalensi diatas nasional, prevalensi nasional Obesitas sentral pada penduduk Usia >= 15 tahun sebesar 18,8 % dan sebanyak 17 provinsi memiliki prevalensi diatas nasional. Sedangkan prevalensi TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) pada penduduk usia >15 tahun di perkotaan adalah 10.2% dan sebanyak 13 provinsi mempunyai prevalensi diatas prevalensi nasional. Prevalensi kurang makan buah dan sayur sebesar 93,6%, dan prevalensi kurang aktifitas fisik pada penduduk >10 tahun sebesar 48,2%. Disebutkan pula bahwa prevalensi merokok setiap hari pada penduduk >10 tahun sebesar 23,7% dan prevalensi minum beralkohol dalam satu bulan terakhir adalah 4,6%.

Dalam sambutannya Prof. Tjandra Yoga menjelaskan, Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin.Hal ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Penyakit ini membutuhkan perhatian dan perawatan medis dalam waktu lama baik untuk mencegah komplikasi maupun perawatan sakit.

Diabetes Melitus terdiri dari dua tipe yaitu tipe pertama DM yang disebabkan keturunan dan tipe kedua disebabkan life style atau gaya hidup. Secara umum, hampir 80 % prevalensi diabetes melitus adalah DM tipe 2. Ini berarti gaya hidup/life style yang tidak sehat menjadi pemicu utama meningkatnya prevalensi DM. Bila dicermati, penduduk dengan obes mempunyai risiko terkena DM lebih besar dari penduduk yang tidak obes.

WHO merekomendasikan bahwa strategi yang efektif perlu dilakukan secara terintegrasi, berbasis masyarakat melalui kerjasama lintas program dan lintas sektor termasuk swasta. Dengan demikian pengembangan kemitraan dengan berbagai unsur di masyarakat dan lintas sektor yang terkait dengan DM di setiap wilayah merupakan kegiatan yang penting dilakukan. Oleh karena itu, pemahaman faktor risiko DM sangat penting diketahui, dimengerti dan dapat dikendalikan oleh para pemegang program, pendidik, edukator maupun kader kesehatan di masyarakat sekitarnya.

Tujuan program pengendalian DM di Indonesia adalah terselenggaranya pengendalian faktor risiko untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian yang disebabkan DM. Pengendalian DM lebih diprioritaskan pada pencegahan dini melalui upaya pencegahan faktor risiko DM yaitu upaya promotif dan preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif, jelas Prof. Tjandra Yoga.

Prof. Tjandra Yoga menambahkan bahwa pada Sidang Umum Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dalam press release tanggal 20 Desember 2006 telah mengeluarkan Resolusi Nomor 61/225 yang mendeklarasikan bahwa epidemic Diabetes Melitus merupakan ancaman global dan serius sebagai salah satu penyakit tidak menular yang menitik-beratkan pada pencegahan dan pelayanan diabetes di seluruh dunia. Sidang ini juga menetapkan tanggal 14 Nopember sebagai Hari Diabetes Se-Dunia (World Diabetes Day) yang dimulai tahun 2007.
.
Oleh karena itu, program Pengendalian Diabetes Melitus dilaksanakan dengan prioritas upaya preventif dan promotif, dengan tidak mengabaikan upaya kuratif. Serta dilaksanakan secara terintegrasi dan menyeluruh antara Pemerintah, Masyarakat dan Swasta (LP, LS, Profesi, LSM, Perguruan Tinggi).

Sedangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1575 tahun 2005, telah dibentuk Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular yang mempunyai tugas pokok memandirikan masyarakat untuk hidup sehat melalui pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular, khususnya penyakit DM yang mempunyai faktor risiko bersama.

Sesuai dengan tema Hari Diabetes Sedunia tahun 2009, ??Pahami Diabetes dan Kendalikan??, maka memahami diabetes harus dilakukan secara menyeluruh, baik faktor risikonya, diagnosanya maupun komplikasinya. Dan Kendalikan Diabetes sangatlah penting dilaksanakan sedini mungkin, untuk menghindari biaya pengobatan yang sangat mahal. Bahkan semenjak anak-anak dan remaja, gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi banyak sayur dan buah, membiasakan olah raga dan tidak merokok merupakan kebiasaan yang baik dalam pencegahan Diabetes Melitus. Oleh karena itu, peran para pendidik baik formal maupun informal, edukator DM dan para kader sangat memegang peranan penting untuk menurunkan angka kesakitan DM.

Sumber: www.depkes.go.id

Peringatan 1 Muharam 1436 H Sebagai Motivasi Peningkatan Kinerja Personel Kemhan

Jakarta,  Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengharapkan agar seluruh Keluarga Besar Kemhan dapat memaknai peringatan Tahun Baru 1 Muharam 1436 Hijriah dengan berupaya meningkatkan semangat pengabdian melalui peningkatan disiplin, loyalitas, motivasi, dan kinerja sesuai dengan tuntutan dan tantangan tugas ke depan. Harapan Menhan tersebut sesuai dengan tema peringatan yaitu “Hikmah Tahun Baru Islam 1 Muharam 1436 Hijriah Sebagai Motivasi, Introspeksi dan Peningkatan Kinerja Personel Kementerian Pertahanan”.
Tema ini relevan dengan tantangan dan tugas Kemhan ke depan. Kemhan memerlukan SDM Pegawai yang memiliki motivasi kerja dan loyalitas yang tinggi serta profesionalisme yang baik. Demikian dikatakan Menhan Ryamizard Ryacudu, Rabu (12/11), saat memberikan amanat pembuka dalam acara Peringatan 1 Muharam 1436 Hijriah yang diikuti oleh segenap Pejabat Eselon I, II, Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kemhan dan Seluruh Pegawai Kemhan di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kemhan. Peringatan Tahun Baru Islam ini menghadirkan Ustadz Reza M Syarif MA. MBA, sebagai penceramah.
Peristiwa hijrahnya Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat dari Mekah ke Madinah yang menandai awal Tahun Hijriah adalah perjalanan menuju harapan yang lebih baik bagi syiar Agama Islam. Hijrah ini dapat dimaknai sebagai harapan dan semangat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Sementara itu Ustadz Reza M Syarif yang juga terkenal sebagai motivator ini mengatakan bahwa momentum peringatan Tahun Baru Hijriah ini dapat dimanfaatkan untuk kembali menanamkan semangat kepahlawanan dengan tujuan keberhasilan sejati. Menurut ustadz pemegang 2 rekor muri ini, keberhasilan sejati tidak dapat diukur dari jumlah harta yang dimiliki tetapi bagaimana menikmati dan mensyukuri apa yang telah kita miliki. Dan semangat kepahlawanan dibutuhkan untuk meraih keberhasilan sejati. Dalam meraih keberhasilan sejati ini dibutuhkan motivasi untuk meraihnya, motivasi itu adalah kompetisi, tantangan dan perubahan.
Rasulullah SAW telah mencontohkan saat dirinya dan para sahabat berhijrah dari Mekah ke Madinah, tiga langkah strategis dilakukannya di Medinah. Pertama, membangun masjid sebagai tempat bersujud kepada Allah SWT, yang sekaligus menjadi pusat bertemu dan berkumpul antara kaum Anshar dan Muhajirin. Kedua, menjalin persaudaraan antara kaum Anshar dan Muhajirin sehingga tidak terjadi pergesekan dan perpecahan.

Nawa Cita dan Revolusi Mental Menggema di Rapat Kerja Nasional Kemenkumham


20141117 - Raker Kemenkumham 01 
Jakarta – Sejak dilantik menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi), Yasonna H. Laoly hari ini mengumpulkan seluruh pimpinan unit eselon I dan 2 pusat serta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) dan Kepala Divisi (Kadiv) Kemenkumham se-Indonesia, untuk menjelaskan garis program kerja selama lima tahun kepemimpinannya. Dari semua penjelasannya, Yasonna menggarisbawahi tentang sembilan prioritas agenda kerja Presiden Jokowi, yang dikenal dengan Program Nawa Cita.

Dari beberapa ulasannya, Menkumham menyatakan bahwa, Nawa Cita bisa dilakukan dengan cara merubah etos kerja seluruh jajaran, terutama Kanwil-Kanwil yang menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat. Menkumham meminta agar setiap pegawai untuk merapatkan barisan dan menyingsingkan baju, langsung bekerja dengan ulet, sehingga menghasilkan produktifitas kerja yang lebih baik.

Yang menjadi salah satu fokus perhatian Menkumham adalah peran dan fungsi imigrasi untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara. "Dalam hal ini, Imigrasi harus mampu menjaga perbatasan wilayah negara kita. Termasuk juga infiltrasi orang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, yang membawa paham yang tidak sesuai dengan Pancasila," ujar Yasonna H. Laoly di Rakernas Kemenkumham, di Graha Pengayoman, Jakarta (17/11/2014).

Pada sesi yang lain, Menkumham memerintahkan agar jajaran birokrasi Kemenkumham merubah paradigma birokrasi yang lambat dan bikin sulit harus ditinggalkan. Yasonna menjelaskan, "Gotong royong, komunikasi aktif dan cepat, responsif dan terpercaya, harus segera dibangun. Itulah yang diinginkan Presiden Jokowi, dengan disebut Revolusi Mental. Perubahan paradigma Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan cara menciptakan mentalitas kemandirian, budaya kegotongroyongan, dan budaya pelayanan."

Hadir pada arahan Menkumham seluruh pimpinan unit utama eselon I, staf ahli dan staf khusus Menkumham, eselon 2 pusat, 33 Kakanwil dan Kadiv Kemenkumham se-Indonesia.
Sumber: www.kemenkumham.go.id

Senin, 17 November 2014

Pelaksanaan Tes Kemampuan Bidang dan Tes Psikologi CPNS Kemenko Polhukam Tahun 2014



Jakarta, polkam.go.id, 12/11/2014. Bertempat di Ruang Nakula Lantai 6 Gedung A, Kemenko Polhukam menyelenggarakan Tes Kemampuan BidangTes Psikologi, dan wawancara dalam rangka penerimaan CPNS Kemenko Polhukam Tahun 2014, tes yang berlangsung selama dua hari, Rabu – Kamis, 12 – 13 November 2014, diikuti oleh 59 peserta.
Agus R. Barnas Deputi VII Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur selaku Ketua pengadaan CPNS Kemenko Polhukam Tahun 2014 mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. “Kami selaku panitia mengucapkan selamat datang dan mengharapkan yang terbaik bagi seluruh peserta”.

Peserta yang lolos dalam tes ini, selanjutnya akan mengikuti tes kesehatan yang merupakan tahap akhir dalam rangkaian tes yang telah dijalankan.

Mafia Migas Pemburu Rente Timbulkan Ekonomi Biaya Tinggi

JAKARTA - Mafia Migas adalah para pemburu rente yang memiliki kedekatan dan pengaruh terhadap para pejabat tinggi dalam mengambil keputusan yang berdampak pada tidak optimalnya produksi maupun pengelolaan Migas sehingga menimbulkan inefisiensi dan ekonomi biaya tinggi ini terjadi karena ketidaktransparanan, prosedur rumit, kelemahan peraturan dan juga masalah-masalah yang berhubungan dengan integritas para pengelola, demikian disimpulkan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said dalam Konferensi Pers, Minggu (16/11/2014).

Untuk memperbaiki tata kelola migas yang baik dan mengutamakan kepentingan bangsa Indonesia pemerintah telah membentuk Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang diketuai Prof.Dr, Faisal Basri.,SE.,MA, ekonom senior. Tim akan bekerja memperbaiki sistem dan institusi yang ada. “Kita tidak menuding orang per orang tapi ini adalah persoalan sistemik, beberapa hal yang menyebabkan ini terjadi, kita merasakan sama-sama, bahwa mengapa Pemerintah tidak membangun kilang, karena ada proses yang mempengaruhi satu sama lain, kita merasakan kenapa kita impor terus menerus karena ada masalah-masalah ini,” ujar Menteri.

“Masalah-masalah yang timbul dalam pengelolaan migas juga ada kecenderungan diakibatkan oleh perilaku atau behavior para pemburu rente,  sebagai contoh, banyak pemegang wilayah kerja yang tidak dikerjakan dengan baik, kemudian banyak proses-proses bisnis dibelakang layar atau meja yang tidak transparan itu harus kita selesaikan,” lanjut Menteri.

Berkaitan dengan kesalahan pengelolaan migas, menurut Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri menyatakan, akan sangat membahayakan dan dapat menghancurkan sebuah negara, dimana sumber daya bukan lagi menjadi berkah namun menjadi musibah. “Kekuasaan demokrasi itu tidak pernah hancur karena tidak memiliki kekuatan yang cukup atau tidak ditopang oleh sumber daya yang memadai, tetapi bisa runtuh karena keliru mengarahkan kekuatannya dan menyalahgunakan sumber dayanya,” ujar Faisal.

“Kita berharap dengan adanya Tim Reformasi ini, dari kutukan bisa menjadi berkah,” pungkas Faisal.

Dan Faisal mengingatkan, keberkahan dihasilkan melalui sebuah proses yang baik yang dimulai dari niat yang baik, proses yang baik insya Allah akan menghasilkan hasil yang baik, tidak ada hasil yang baik jika prosesnya tidak baik.

PTPN III Berangkatkan Karyawan Jiarah Rohani Dan Gelar Lomba Paduan Suara, Vocal Solo dan Trio Rohani Antar Distrik


BKAK PTPN III telah melaksanakan program seleksi terhadap sejumlah karyawan untuk diberangkatkan ke tanah suci Jerusalem untuk melaksanakan kegiatan perjalanan rohani. Direncanakan perjalanan tersebut akan berlangsung pada 24 Nopember hingga 4 Desember 2014. Adapun mereka yang terpilih berdasarkan serangkaian tes tersebut diantaranya Togari Siregar, Atton Manik, Betmen Sihombing, Hisar Tambunan, Kornel Sitohang, Bintang L. Tobing dan didampingi oleh Bahagia K Sinulingga dari BKAK. Pelepasan sekaligus penyerahan bingkisan diserahkan oleh Harianto, Direktur SDM PTPN III di Balai Karyawan Sei Karang, Galang, Deli Serdang 14 Nopember 2014.
Bersamaan dengan itu dilaksanakan perlombaan tingkat distrik se PTPN III yakni lomba vocal solo dimana Distrik Serdang I berada pada peringkat pertama, Distrik Labuhanbatu I meraih posisi kedua dan Distrik Simalungun pada urutan ketiga. Untuk kategori trio vocal juara pertama diraih oleh Distrik Serdang I, juara kedua diraih Distrik Labuhanbatu III dan juara ketiga diraih oleh Distrik Tapanuli Selatan. Sementara untuk lomba paduan suara peringkat pertama diraih Distrik Labuhanbatu III, peringkat kedua diraih Distrik Serdang II dan peringkat ketiga diraih Distrik Labuhanbatu I. Sementara konduktor terbaik dicapai oleh Loriwan Holmes Sirait dari Distrik Labuhanbatu I.
Pendeta Timbul Hutahaean dalam khotbahnya mengingatkan para hadirin agar terus memuji Tuhan dan bergembira ria dalam kebaikan sesuai firman Tuhan dalam Mazmur 103 ayat 1-3 dimana dikatakan Pujilah Tuhan hai jiwaku dan janganlah lupakan segala kebaikannya. Dan dilanjutkan dengan firman Tuhan dalam Amsal 17 ayat 22 menyerukan hati yang gembira adalah obat yang manjur, sementara semangat yang patah mengeringkan tulang.
Di kesempatan itu Harianto mengharapkan agar kegiatan kerohanian ini dipelihara dan dilanjutkan setiap tahun untuk mendorong religiusitas seluruh karyawan dan batihnya dan terhindar dari perilaku buruk. Ia mencontohkan bahwa narkoba telah mengincar siapa saja tanpa pandang bulu. “Kita sebagai bagian dari masyarakat perkebunan agar terus berhati-hati dengan peredaran narkoba itu, mari kita tingkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan dengan meningkatkan ibadah di keyakinan kita masing-masing,” katanya.

Pusat Penyuluhan Sosial Meriahkan KSN Indotera Expo 2014

 
Gelar KSN Indotera Expo 2014 Kementerian Sosial RI yang digelar di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta pada tanggal 8–10 November 2014 dimanfaatkan  oleh para penyuluh sosial untuk melakukan sosialisasi mengenai pembangunan kesejahteraan sosial kepada masyarakat pengunjung pameran. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan menampilkan beragam produk penyuluhan sosial seperti leaflet, buku, dan film penyuluhan sosial yang ditayangkan melalui LCD TV. 
Selain  memamerkan beragam produk penyuluhan sosial, stan Pusat Penyuluhan Sosial juga dimeriahkan dengan berbagai acara yakni talk show, kuis dan hiburan musik. Antara lain talk show yang paling menarik perhatian pengunjung pada saat menghadirkan narasumber waria di Jakarta, anak jalanan dan WRSE (wanita rawan sosial ekonomi). Dengan mengangkat cerita mengenai suka duka sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Mereka merasa bersyukur dan terimakasih selama ini pemerintah (Kementerian Sosial) berperan aktif untuk  memberikan bantuan program seperti PKSA (Program Kesejahteraan Sosial Anak) bagi anak jalanan maupun UEP (Usaha Ekonomi Produktif) bagi para waria dan wanita rawan sosial ekonomi yang telah banyak dirasakan manfaatnya dan mengangkat harga diri mereka.

Stan Pusat Penyuluhan Sosial selalu ramai dikunjungi dan yang menarik juga menyelenggarakan kuis berhadiah dengan menjawab berbagai pertanyaan seputar kepahlawanan, kesetiakawanan sosial dan program-program kementerian sosial, yang dapat menjawab dengan benar maka para pengunjung berhak membawa pulang mug, kipas, pin, dan kaos bertuliskan pesan-pesan sosial (contoh : Jauhi Narkoba, Perusak Masa Depan Bangsa! , Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya). Atas dasar inilah panitia pusat KSN Indotera Expo 2014 menobatkan stan Puspensos sebagai Stan Favorit KSN Indotera Expo 2014.

Harapan para pengunjung pada pameran selanjutnya Pusat Penyuluhan Sosial lebih memberikan ruang bagi kaum minoritas lainnya untuk tampil dan berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini. Selain itu mereka juga berharap kegiatan penyuluhan sosial tidak hanya dalam bentuk pameran saja tetapi juga dengan melakukan pertemuan-pertemuan masyarakat seperti pertemuan pengajian, bakti sosial dan temu warga secara rutin dan terjadual. 

Para Ahli dan Profesional Ikuti Seleksi Calon Anggota BAZNAS

Jakarta (Pinmas) —- Seleksi terbuka calon anggota Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Masa Kerja 2015-2020 diikuti oleh para ahli dan kaum profesional yang memiliki latar belakang berbagai disiplin keilmuan dan bidang pekerjaan. Seleksi dilaksanakan di hotel Jayakarta, Jakarta, Senin (17/11).
Beberapa nama yang cukup dikenal dalam proses seleksi ini di antaranya:  Bambang Sudibyo, mantan Menteri Keuangan, guru besar ekonomi UGM, dan mantan Menteri Pendidikan Nasional. Selain itu juga ada nama Zainul Bahar Noor, mantan Dirut Bank Muamalat Indonesia. Ikut serta juga tokoh ulama dan Pengurus Syuriyah PBNU, KH. Masdar Farid Mas’udi. Demikian juga Prof Zaitunah Subchan, guru besar UIN Syariaf Hidayatullah Jakarta, serta beberapa profesional di bidang perzakatan, seperti Ahmad Juwaini, Emmy Hamidiyah, Teten Kustiawan, M. Arifin Purwakananta, dan lain-lain.
Seleksi tahap kedua berbentuk penulisan essay dan presentasi hasil karya di hadapan Tim Seleksi. Tim Seleksi telah menyiapkan  5 (lima) pilihan tema, yaitu: BAZNAS sebagai pelopor pelaksanaan Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat; Pemanfaatan Zakat untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Umat; Strategi Mengatasi Kesenjangan antara Potensi dan Realitas Zakat secara Nasional; Strategi Meningkatkan Kepercayaan Publik kepada BAZNAS; Mendorong Partisipasi Kementerian dan Lembaga serta Masyarakat dalam Mendukung Program Zakat.  Peserta diminta untuk memilih salah satu tema yang dituangkan dalam penulisan manual (tulis) di atas kertas yang disediakan oleh panitia untuk kemudian dipresentasikan di hadapan Tim Seleksi sesuai jadwal yang telah disiapkan.
Proses presentasi berlangsung menarik. Kesempatan itu sepertinya dimanfaatkan secara maksimal oleh para ahli dan profesional untuk menuangkan gagasan dan pandangannya terkait pengembangan perzakatan nasional, sesuai dengan bidang ilmu dan pengalaman yang dimilikinya.  Bambang Sudibyo misalnya, mengungkapkan problem  pengelolaan perzakatan nasional, khususnya yang dilakukan oleh BAZNAS, belum berjalan dengan optimal.
Menurutnya, setidaknya ada enam masalah kenapa hal tersebut terjadi. Pertama, menyangkut kredibilitas BAZNAS yang belum mendapat trust secara maksimal dari publik diakibatkan oleh banyak faktor, baik SDM, manajemen, maupun publikasi. Kedua, menyangkut kredibilitas lembaga yang menaungi BAZNAS, dalam hal ini Kemenag. Menurutnya, Kemenag yang memiliki banyak catatan dalam pengelolaan birokrasi menjadi salah satu sebab masyarakat kurang percaya terhadap BAZNAS.
Ketiga, masih tingginya korupsi pada lembaga-lembaga publik yang berdampak pada asumsi terhadap BAZNAS. Keempat, pengelolaan zakat oleh masyarakat dan LAZdianggap lebih efektif dibandingkan BAZNAS. Kelima, masalah sosiologi dan antropologi, di mana masyarakat kita dihinggapi penyakit umum masyarakat di era transisi yang lebih banyak melanggar kesepakatan atau aturan hukum yang ada. Keterlepasan dari politik otoritarian mendorong masyarakat cenderung tidak taat. Dan Keenam, masih rendahnya sosialisasi dan promosi BAZNAS serta penggunaan sistem informasi secara optimal untuk mendukung program-program BAZNAS.  
Satu hal lagi gagasan cemerlang dari Zainul Bahar Noor, bahwa zakat harus lebih ditekankan pada pemberdayaan ekononomi mikro yang jumlahnya sangat banyak di negeri ini. “Salah satu ashnaf (penerima zakat) adalah  kelompok yang memiliki hutang. Dalam konteks ini, banyak usaha mikro di Indonesia yang kolaps dan memerlukan uluran tangan dari dana-dana zakat. Saya yakin, usaha-usaha mikro yang kesulitan likuiditas jika dibantu akan bisa bangkit. Tujuan kita yang mendorong mustahiq agar menjadi muzakki dalam konteks ini tidak akan sulit. Namun jika dana zakat hanya diberikan kepada fakir miskin secara konsumtif maka sangat sulit merubah mereka menjadi muzakki, tegasnya.

Sumber: www.kemenag.go.id

Tidak Benar, Klaim Adanya Eksodus WNI Nunukan ke Malaysia



​Pemberitaan mengenai eksodus warga dari sejumlah desa di Kecamatan Lumbis Ogung Kabupaten Nunukan ke wilayah Sabah Malaysia tidak sesuai dengan fakta dan kondisi di lapangan saat ini.

Hal ini dikonfirmasi berdasarkan informasi yang diterima Kemlu dari Plt. Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, dan dari Camat Lumbis Ogung, Daud, serta pernyataan pers pejabat Pemerintah Daerah setempat yaitu Bupati Nunukan, H. Basri, dan Komandan Korem 091, Brigjen TNI Nono Suharsono.

Berdasarkan pengamatan di lapangan oleh instansi teknis dan Pemda serta hasil koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Darat  dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan, tidak ditemukan eksodus WNI dari desa Kinokod, Simantipal dan Sinapad ke wilayah Malaysia.

 
KEMENTERIAN DALAM NEGERI - KEMENTERIAN LUAR NEGERI - KEMENTERIAN PERTAHANAN - KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA - KEMENTERIAN KEUANGAN - KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL - KEMENTERIAN PERDAGANGAN - KEMENTERIAN PERTANIAN - KEMENTERIAN KEHUTANAN - KEMENTERIAN PERHUBUNGAN - KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN - KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI - KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM - KEMENTERIAN KESEHATAN - KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN - KEMENTERIAN SOSIAL KEMENTERIAN AGAMA - KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI - KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP - KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK - KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI - KEMENTERIAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL - KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL - KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA - KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT - KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA