PADANG – Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengungkapkan, pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) yang dibangun oleh Kementerian Perumahan Rakyat di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk lebih fokus belajar. Selain itu, mahasiswa yang tinggal di Rusunawa akan belajar untuk tinggal di hunian vertikal dan lebih menghemat biaya hidup selama di perguruan tinggi.
"Hari ini saya resmikan penggunaan Rusunawa Amanah Ampang Kuranji STIKES Dharmasraya. Saya berharap Rusunawa ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa agar mereka lebih fokus dalam belajar selama menuntut ilmu di perguruan tinggi ini,” ujar Menpera Djan Faridz saat meresmikan Rusunawa STIKES Dharmasraya di Sumatera Barat, Senin (20/1) lalu.
Menpera, Djan Faridz mengatakan, Rusunawa Ampang Kuranji ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah pusat khususnya Kemenpera dalam mendorong pembangunan hunian vertikal di seluruh Indonesia. Apalagi saat ini kebutuhan tanah untuk tempat tinggal sangat tinggi sehingga diperlukan alternatif hunian bagi masyarakat luas termasuk mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa Indonesia.
Berdasarkan data yang ada, Rusunawa di Kampus STIKES Dharmasraya ini dibangun sebanyak satu twin blok yang terdiri dari tiga lantai dengan kapasitas 48 unit kamar untuk mahasiswa. Sedangkan pembangunan Rusunawa tersebut dilaksakan pada tahun 2013 lalu.
“Total anggaran yang dikeluarkan Kemenpera untuk membangun Rusunawa tersebut sebesar Rp 5,6 Milliar” imbuhnya.
Terkait dengan pengelolaan Rusunawa tersebut, Menpera Djan Faridz meminta kepada pihak perguruan tinggi untuk membentuk tim pengelola sehingga bangunan vertikal tersebut tidak hanya digunakan untuk asrama mahasiswa baru saja tapi juga dimanfaatkan sebagai tempat pendidikan untuk mengasah jiwa kewirausahaan sehingga dapat menciptakan lulusan yang memiliki keahlian serta mampu membuka dan menciptakan lapangan kerja sendiri.
Sementara itu, Ketua Yayasan Amanah Ampang Kuranji dari STIKES Dharmasraya, Elviana mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas hibah Rusunawa dari Kemenpera yang akan diperuntukkan bagi mahasiswa di kampus ini.
Dengan diresmikannya Rusunawa tersebut nantinya seluruh mahasiswa yang kuliah di STIKES Dharmasraya ini akan tinggal di asrama. "Saat ini jumlah mahasiswa kami sebanyak 950 orang dan baru mampu diasramakan sekitar 400 mahasiswa. Ke depan seluruh mahasiswa kami akan tinggal di Rusunawa ini sehingga lebih mudah dalam pengawasan selama mereka belajar," katanya.
Hal senada juga disampaikan Bupati Dharmasraya Adi Gunawan. Kabupaten yang dipimpinnya saat ini mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp 7 Milliar. Penggunaan dana tersebut akan diprioritaskan untuk pembangunan bedah rumah yang tahun ini ditargetkan sebanyak 1.000 unit rumah masyarakat.
Saat ini penduduk di Kabupaten Dharmasraya mencapai 200 ribu jiwa. Dari jumlah tersebut sebanyak 30 persen adalah transmigran, 10 persen pendatang dari Jawa Barat dan Jawa Timur dan sisanya adalah penduduk asli kota ini. "Pertumbuhan di kota ini cukup baik sehingga kami juga memprioritaskan pembangunan di sektor perumahan agar seluruh masyarakat bisa memiliki rumah yang layak huni," ujarnya.
Usai meresmikan Rusunawa Amanah Ampang Kuranji STIKES Dharmasraya, Menpera juga menyempatkan diri untuk meninjau secara langsung proyek Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Dharmasraya. Melalui program BSPS atau yang lebih dikenal sebagai program bedah rumah, setiap warga mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 7,5 hingga Rp 15 juta tergantung kondisi rumah yang akan ditingkatkan kualitasnya agar lebih layak huni.
"Prioritas warga yang menerima dana BSPS dari Kemenpera adalah mereka yang tinggal di rumah tidak layak huni. Sedangkan rumah yang akan di bedah untuk ditingkatkan kualitasnya adalah rumah dengan lantai tanah dan atap daun. Saya berharap seluruh warga di Kabupaten Darmasraya bisa tinggal di rumah yang layak huni," harapnya
|
Sumber : Kemenpera






0 komentar:
Posting Komentar